Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komas HAM)
Lifestyle

Komnas HAM Menyebut Warga yang Meninggal di Pengungsian Disebabkan Stres

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menyebut 138 orang Maybrat yang meninggal di pengungsian disebabkan mengalami stres.

Koordinator Subkomisi Permajuan HAM Komnas HAM, Anisa Hidayah dalam keterangan pers di LBH PBHKP Sorong, Jumat lalu menyebut bahwa 138 orang Maybrat yang meninggal di pengungsian disebabkan karena tertekan atai stres.

” Yang meninggal itu dikarenkaan kondisi fisik dan mental yang tidak sehat ditambah fasilitas di pengungsian yang tidak layak,” ujarnya kepada awak media.

Anisa mengaku, saat mengunjungi tempat pengungsian di salah satu rumah berukuran sedang yang ada di Aimas, Kabupaten Sorong dihuni sekitar 7 KK, dimana satu KK memiliki sekitar 5 hingga 7 orang anak.

” Faktor inilah yang saya kira memengaruhi kondisi kesehatan dan mental daripada pengungsi,” tandasnya.

Bahkan pengungsi yang ada turut memikirkan hari ini dan besok harus makan apa. Bagaimana anak-anak mereka sekolah dan diantara pengungsi tersebut terdapat kaum lanjut usia.

Sementara Komisiiner Pengaduan Komnas HAM, Hari Kurniawan menambahkan, banyaknya pengungsi ynag meninggal dikarenkaan tidak adanya jaminan kesehatan dari Pemda Maybrat dan Provinsi Papua Barat Daya sampai hari ini.

” Ketika warga mengalami sakit di pengungsian darimana biaya untuk berobat ke rumah sakit. Akibatnya, penyakit yang di derita oleh warga semakin bertambah,” ujar Hari Kurniawan.

” Dati 138 warga yang meninggal, salah satunya Kepala Distrik. Bisa dibayangkan Kepala Distrik aja meninggal, apalagi masyarakat biasa,” sambungnya.

Hari menilai bahwa tidak adanya komitmen yang jelas dari Pemda Maybrat dan Provinsi Papua Barat Daya untuk menyelesaikan permasalahan pengungsi.

Ironinya, terminologi eksodus dan pengungsian antara Pemda Maybrat dan Provinsi berbeda. Bagaimna mau menyelesaikan masalah pengungsi, sedangkan terminologi saja masih diperdebatkan.

Anisa menyebut kondisi pengungsian yang ada di Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan dan Aimas Kabupaten Sorong semuanya buruk.

” Kondisi yang ngekos atau tinggal di rumah kerabat kurang layak. Sudah pasti kualitas hidup menurun jauh dari sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anisa mengatakan, kebanyakan pengungsi yang meninggal orang dewasa sebanyak 21 orang. Sementara kasifikasi anak dan gender masih menjadi tantangan.

” Itupun data yang kami terima hanya disebutkan laki-laki dan perempuan,” tambah Hari Kurniawan.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.