Imran, Ketua DPD PSI Kota Sorong.
Politik

DPD PSI Kota Sorong Buka Peluang Untuk Orang Baik

Bagikan ini:
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

SORONG. sorongraya.co – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Sorong, Imran mengaku jika saat ini PSI membuka peluang kepada orang-orang yang dianggap baik, untuk mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Anggota Legislative (Bacaleg) Kota Sorong.

“Kami di PSI Kota Sorong saat ini memberikan peluang kepada orang-orang baik untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Sorong hingga Mei 2018,” kata Imran kepada sorongraya.co. Jumat, 02 Januari 2018.

Partai anak mudah ini sengaja mencari orang-orang yang baik dengan tujuan ada tradisi baru di DPRD nantinya. Dalam merekrut Bacaleg, PSI sama sekali tidak memungut biaya sepeserpun dari para calon, hanya saja setiap caleg harus mempunyai visi-misi yang jelas menyangkut dengan In Toleransi dan Anti Korupsi.

“Tak ada persyaratan istimewa yang diminta oleh tim seleksi, hanya saja setiap calon anggota diwajibkan menyiapkan makalah terkait tanggapan mereka, mengenai In Toleransi dan Anti Korupsi, itu saja. Sengaja ini kami buat supaya menghilangkan tradisi lama,” ujar Imran.

Saat ini PSI dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sorong, dengan begitu pihaknya lebih memfokuskan diri pada perekrutan calon anggota legislative serta memperkenalkan tentang PSI itu sendiri.

Meski partainya baru mengikuti pesta demokrasi  pada 2019 mendatang, namun Imran optimis meraih kursi di DPRD nantinya. “Saya akui kami baru bergabung untuk mengikuti pemilu tahun 2019, tapi tidak muluk-muluk cukup hanya dua kursi untuk PSI sebagai partai baru,” ujarnya. [dwi]


Bagikan ini:
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

4 Replies to “DPD PSI Kota Sorong Buka Peluang Untuk Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.