Ketua tim formatur Mubes Amflora Kota Sorong, Pedho Bolly Lamak saat menyampaikan laporan kegiatan.(Foto-Jun)
Uncategorized

Pertama Kali Mubes Pembentukan Angkatan Muda Flobamora Kota Sorong

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Mewakili Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong, Wakil Ketua I Maxi Lau membuka secara resmi Musyawarah Besar Angkatan Muda Flobamora (Amflora) Kota Sorong, Minggu, 8 Mei 2022.

Dalam sambutannya Maxi Lau menyampaikan, hari ini merupakan sejarah bagi Flobamora dalam melahirkan anak-anak muda berbakat yang dapat membawa Flobamora Kota Sorong lebih baik kedepannya.

Maxi pun mengajak, menghormati dan menjunjung tinggi apa yang telah di lakukan anak-anak muda Flobamora. Karenanya ada tahapan yang harus di lalui dalam Mubes ini pasti akan menimbulkan kegembiraan.

Peserta Mubes yang diikuti oleh perwakilan generasi muda dari 14 tungku yang tergabung di dalam IKF Kota Sorong.

Setiap tungku diwakili oleh 6 orang, yang merupakan anak-anak muda terbaik dari setiap tungku sehingga keputusan yang nantinya dihasilkan hari ini dapat di terima secara baik.

Siapapun yang menjadi calon ketua Amflora harus mempunyai persiapan matang. Diharapkan bagi calon ketua menyiapkan visi-misi secara baik.

” Yang menang harus merangkul yang kalah dan sebaliknya yang kalah juga harus menerima kekalahan tersebut,” ujar Maxi.

Sebelumnya, Ketua Panitia pelaksana mubes, Pedho Bolly Lamak menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua IKF Kota Sorong nomor 025/SK/IKF_NTT/Kt.S/XI/2021 Tim Formatur Amflora Kota Sorong terdiri dari 14 orang yang merupakan perwakilan dari 14 tungku yang diketuai oleh Petrus Bolly Lamak.

Dalam usaha merealisasikan tugasnya, lanjut Pedho, tim formatur telah melakukan rapat koordinasi formal dengan intensitas kehadiran 85 persen.

Wakil Ketua I IKF Kota Sorong, Maxi Lau membuka secara resmi Mubes Angkatan Muda Flobamora Kota Sorong.

Kata dia, pembentukan organisasi pemuda NTT di kota Sorong tersebut memiliki kekuatan besar dalam menghadapi berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karenanya, pemuda NTT di kota Sorong harus bangkit dan membangun solidaritas di tengah kemajemukan suku dan ras agar tetap eksis di kalangan masyarakat luas,” ujarnya

Petrus menambahkan, pembentukan organisasi pemuda NTT di kota Sorong bagaikan selembar kertas putih tanpa goresan. Berawal dari nol penuh kekurangan dengan harapan organisasi ini dapat memajukan pemuda NTT di kota Sorong.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.