Ilustrasi (Foto: Google)
Pendidikan & Kesehatan

Tak Pernah di Imunisasi, Bocah 5 Tahun Meninggal Karena Penyakit Difteri

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, sorongraya.co- Seorang bocah perempuan berinisial Z (5) dilaporkan meninggal dunia di RSUD Manokwari yang diduga terjangkit penyakit menular Difteri.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Papua Barat, Otto mengatakan Diagnosa sementara dari tim medis RSUD Manokwari bahwa Z meninggal karena penyakit menular yaitu Difteri Klinis. Penyakit ini merupakan pertama kali yang ditemukan di Papua Barat.

“Setelah melihat riwayat ternyata Z tidak pernah mendapatkan imunisasi DPT sejak dilahirkan,” terang Otto melalui siaran Pers, yang diterima sorongraya.co, Selasa, 25 September 2018.

Selain itu Dinas Kesehatan PB  juga mendapati satu pasien yang juga memiliki gejala yang sama (Difteri-red). Maka totalnya ada 3 pasien, 1 meninggal, 2 masih dirawat.

“Saat ini Dinas Kesehatan PB dan Kabupaten Manokwari telah mengirim sampel untuk diuji di laboratorium Surabaya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengirimkan tim untuk melakukan penyelidikan Epidemologi sabagai dasar untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya

Menurutnya cara terbaik mencegah difteri adalah dengan imunisasi vaksin yang biasanya diberikan Iewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak 4 kali semenjak bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan 18 bulan. Sedangkan untuk anak-anak di atas 7 tahun diberikan 3 kali vaksinasi.

“Kami harap agar masyarakat tetap tenang. Bagi orang tua yang memiliki bayi balita dan anak sekolah diharapkan untuk melihat kembali riwayat imunisasi anaknya. Jika belum segera lakukan imunisasi di Puskesmas terdekat. Karena ini dapat melindungi anak-anak kita dari penyakit yang berbahaya dan mematikan. Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” katanya.

Ia menambahkan Dinas Kesehatan PB akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) PB untuk ikut menyikapi kondisi yang terjadi akibat bahaya penyakit menular tersebut.

Diketahui bocah perempuan berumur 5 tahun ini dibawa ke RSUD Manokwari pada 23 September 2018 lalu untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, tanggal 24 September nyawanya tidak tertolong. Diketahui saat ini adik dari Z juga dirawat di RSUD dengan gejala penyakit yang sama.

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah infeksinya bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Pada beberapa pasien akan mengalami infeksi kulit. [krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.