Para mahasiswa UNG Asal Tambrauw melakukan orasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Tambrauw/(foto: Trisatrisnah)
Para mahasiswa UNG Asal Tambrauw melakukan aksi unjuk rasa meminta pembayaran uang kuliah di kantor Dinas Pendidikan Tambrauw/(foto: Trisatrisnah)
Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UNG Asal Tambrauw Demo Minta Bayar Uang Kuliah

Bagikan ini:
  • 253
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    253
    Shares

SAUSAPOR, sorongraya.co – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) asal Kabupaten Tambrauw, Senin siang 6 Agustus 2018 menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dinas Pendidikan Tambrauw.

Para mahasiswa menuntut agar biaya administrasi perkuliahan di UNG segera diselesaikan, sebab lima orang mahasiswa Tambrauw yang melaksanakan perkuliahan di Fakultas Keguruan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) UGN ini terpaksa cuti selama satu semester akibat keterlambatan pembayaran.

Yunus Nataniel Mambrar, yang merupakan Ketua Mahasiswa UGN asal Kabupaten Tambrauw mengaku sudah berulang kali memberikan informasi kepada dinas pendidikan dan bendaharanya terkait hal tersebut, namun tidak ditanggapi.

Para mahasiswa UNG Asal Tambrauw melakukan orasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Tambrauw/(foto: Trisatrisnah)
Para mahasiswa UNG Asal Tambrauw melakukan orasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Tambrauw/(foto: Trisatrisnah)

“Kami sudah berulangkali mengingatkan untuk menyelesaikan administrasi kami disana untuk melanjutkan semester selanjutnya, tapi kalau sudah administrasi sudah ditutup kami tidak bisa melanjutkan semester selanjutnya, kami tidak di tanggapi,” kata Yunus Nataniel saat berorasi di kantor Dinas Pendidikan Tambrauw.

Bahkan saat menanyakan hal itu di bendahara Dinas Pendidikan, Ia justru sempat diusir dari ruangan bendahara karena merasa terganggu dan ditagi berulang ulang kali. Berdasarkan pengakuan Yunus bendahara hanya memberikan sejumlah uang yang tidak begitu besar dan mengatakan biaya tiket serta biaya sakit bukan tanggung jawab dinas pendidikan.

“Saya datang ke ruangan ibu bendahara tapi saya sakit hati sekali karena saya diusir mentah-mentah, dan bendahara memberikan sejumlah uang lalu dia bilang kalau kami sakit bukan tanggung jawab dinas pendidikan, dan uang tiket kami yang tanggung lalu kenap kami di utus kesana,” tegas Yunus dengan nada emosi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, Agustinus Lewerissa mengatakan jika dirinya menjabat sebagai kepala dinas sehingga makanya belum terlalu paham dengan program tersebut.

“Saya masih baru menjabat, semua hal hal yang ada saya harus pelajari dulu jadi kalau ada soal pembayaran atau permintaan dana lainnya kami harus kordinasi lagi dengan pihak yang terkait,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Agustinus mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kampus perihal keterlambatan pembayaran biaya administrasi. Hasil dari konfirmasi tersebut, pihak Kampus UNG masih menerima lima mahasiswa asal Tambrauw yang terlambat melakukan registrasi.

Sekertaris Daerah, Kabupaten Tambrauw, Engelbertus Koscu mengaku akan mengutus beberapa orang dari dinas pendidikan untuk diberangkatkan ke Gorontalo guna menyelesaikan semua persoalan yang ada.

“Semua biaya akan ditanggung oleh kepala dinas pendidikan dari mulai Administrasi hingga Asrama semua akan di urus, jadi saya minta kepala dinas, bendahara dan kepala bidang yang terkait berangkat untuk mengurus kelima mahasiswa tersebut,” pungkas Sekda.

Usai mendengar penjelasan dari Kepala Dinas Kabupaten Tambrauw dan Sekda Kabupaten Tambrau, mahasiswa yang melakukan aksi tersebut langsung membubarkan diri dengan tertib. [tri]


Bagikan ini:
  • 253
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    253
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.