Metro

CI Bekerja Sama Dengan BBKSDA Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Papua Barat

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co- Conservation International Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat berkomitmen mendukung terwujudnya cita-cita Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Pembangunan Berkelanjutan melalui pelatihan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pengelola kawasan koservasi pada 25 Oktober – 5 November 2021 di Hotel Royal Mamberamo Kota Sorong.

Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari tersebut diikuti 30 peserta terdiri dari staf teknis bidang kehutanan Dinas Kehutanan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC).

“ Pelatihan ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan SDM Pengelolan Kawasan khususnya di Balai Besar KSDA Papua Barat. Data spasial sangat dibutuhkan untuk dapat memberikan gambaran riil di lapangan sehingga kegiatan yang direncanakan akan tepat sasaran,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto.

Menurutnya, sebagaimana kita sadari bahwa ketersediaan data aktual dan keterampilan untuk mendapatkan dan memanfaakan data spasial masih terbatas dalam proses perencanaan kehutanan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola kawasan konservasi dalam melakukan analisis spasial perencanaan dan pengelolaan hutan dan kawasan konservasi.

Besar harapan kami, pelatihan ini dapat membantu staf pengelola memanfaatkan data spasial yang tersedia dalam menyusun dan melaksanakan pengelolaan hutan dan kawasan.

Kedepannya, peserta diharapkan dapat memanfaatkan data spasial dalam perencanaan pengelolaan wilayah masing-masing,” ujar Budi.

Budi menambahkan, dalam pelatihan ini akan dipaparkan materi berupa konsep dasar Remote Sensing-Geographic Information System, data spasial, kebijakan informasi geospasial, aplikasi pengolahan data spasial dan Pengenalan ArcGIS sebagai salah satu software pengolahan data spasial (fungsi dan features/tools) serta software pendukung lainnya (Google Earth, Terra Incognita, Maverick, Avenza Maps).

Tak kalah penting, pelatihan ini juga akan melakukan praktik inventarisasi data lapangan menggunakan GPS dan drone yang nantinya akan disertai simulasi studi kasus penggunaan aplikasi Remote Sensing-Geographic Information System untuk mendukung perencanaan kawasan hutan dan pelaksanaan evaluasi

“ Kita juga terus berupaya mendukung peningkatan kapasitas pengelola hutan dan kawasan konservasi di Papua Barat yang merupakan salah satu provinsi hijau di seluruh Indonesia.

Pemanfaatan data spasial tentu sangat penting bagi pengelola hutan dan kawasan konservasi untuk memaksimalkan perencanaan pengelolaan hutan dan pelestarian kawasan konservasi agar dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Yance de Fretes dari West Papua Senior Landscape Program Manager Conservation International Indonesia.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.