Salah satu peserta aksi gembok pintu masuk Hotel Aston Sorong.
Uncategorized

Tidak Direspon Massa Gembok Tiga Pintu Masuk Hotel Aston Sorong

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Massa aksi yang sejak pagi menduduki Hotel Aston Sorong, menolak pelantikan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya menggembok 3 pintu masuk Hotel Aston Sorong, Kamis siang.

Kali ini yang melakukan orasi adalah Ludia Mentansan, salah satu tokoh perempuan dari Kabupaten Raja Ampat.

Pintu masuk lainnya dari Hotel Aston Sorong turut digembok massa aksi.

Dalam orasinya, Ludia Mentansan mengatakan, bahwa pelantikan anggota MRP Papua Barat Daya tidak jelas.

” Kami yang dari Moi ini dirugikan, apalagi dari Raja Ampat. Yang mau dilantik itu bukan dari Raja Ampat tapi Saireri,” ujarnya.

Ludia pun mengancam, dirinya bersama massa yang ada tetap akan berada di depan hotel supaya pelantikan anggota MRP batal.

Perempuan asal Raja Ampat ini meminta Wakil Menteri Dalam Negeri tidak melantik anggpta MRP Papua Barat Daya.

Bahkan, Ludia mengancam menurunkan massa yang lebih banyak lagi untuk menurunkan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya.

” Pilih orang Papua tapi orang Papua sendiri tipu orang Papua,” ucap Ludia.

Muhammad Irsyah Macap menyampaikan bahwa masyarakat asli Raja Ampat sakit hati dengan hasil seleksi yang mengatakan bahwa IQ suku Maya rendah.

Attinya, panitia seleksi anggota MRP tidak mampu menerjemahkan aturan perekrutan anggota MRP.

” Kalau memang bapak dan ibu merasa benar keluar dari dalam hotel berikan penjelasan. Tapi kenyataannya tidak ada satupun yang berani keluar memberikan penjelasan,” tegasnya.

Irsyah mendesak pak Mendagri dan penjabat Gubernur Papua Barat Daya datang temui kami.

” Jika tidak menemui kami, jangan salahkan kami ketika nantinya terjadi sesuatu yang lebih besar,” ancam Irsyah.

Pintu masuk lainnya dari Hotel Aston Sorong turut digembok massa aksi.

Massa yang masih menduduki hotel Aston Sorong mengamcam membakar papan nama ucapan selamat yang sebelumnya terpajang di depan pintu lobby hotel Aston Sorong.

Tak hanya menempel panflet-panflet bertuliskan penolakan pelantikan anggota MRP, massa juga mengikat pintu masuk hotel dengan menggunakan kain adat.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.