SORONG,sorongraya.co-Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan (sertijab) Ketua RT 005/RW 005 Kelurahan Klawuyuk Permai. Acara yang digelar dengan meriah ini menjadi momentum mempererat silaturahmi warga sekaligus menandai pergantian kepemimpinan di tingkat lingkungan tersebut. Sabtu malam, (18/4/2026).

Acara tersebut dimeriahkan dengan tarian-tarian dan Antraksi pencat silat remaja kompleks RT005/RW 005
Suardi Thamal selaku Ketua RT lama dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama kurang lebih lima tahun masa kepemimpinannya, sejak 2021 hingga 2026, berbagai program dan kegiatan di lingkungan RT 005/RW 005 telah berjalan dengan baik. Ia mengungkapkan rasa syukur karena berbagai kendala dan permasalahan yang muncul di lingkungan warga dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Suardi turut menceritakan asal-usul penamaan Pos Kamling Patriot dan Jalan Patriot di lingkungan tersebut. Menurutnya, nama tersebut diambil dari salah satu partai politik yang pernah memberikan bantuan pembangunan jalan pada masa awal warga bermukim, saat kondisi jalan masih becek dan belum memadai. Selain itu, kata “Patriot” juga dimaknai sebagai simbol semangat perjuangan warga dalam membangun lingkungan.
Suardi mewakili seluruh pengurus RT 005/RW 005 periode 2021–2026 menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan.
“Masih ada program yang belum sempat kami selesaikan, seperti pembangunan pintu gerbang di depan portal. Kami berharap di bawah kepemimpinan RT yang baru, program tersebut dapat direalisasikan demi memperindah lingkungan kita,”ujarnya.

Seorang Ketua RT bertanggung jawab kepada Kepala Kelurahan dan bersama-sama melaksanakan roda pemerintahan di tingkat lingkungan RT.
“Ada beberapa hal yang ingin saya titipkan kepada Ketua RT beserta seluruh warga masyarakat. Marilah kita bersama-sama mendukung program Wali Kota Sorong, salah satunya dengan memprioritaskan kebersihan lingkungan,” tambahnya.
“Fokus utama yang saya titipkan adalah kebersihan, karena kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama di lingkungan masing-masing. Saya pernah melaksanakan kegiatan kerja bakti pada tahun 2023, dan ke depan saya berencana untuk melaksanakannya di setiap lingkungan,”sabungnyam
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, ia telah memberikan mesin babat kepada setiap lingkungan yang membutuhkan, terutama di wilayah yang banyak ditumbuhi rumput liar. Bantuan ini dirahkan langsung kepada Ketua RT terkait, dan program ini sudah pernah terlaksanakan di empat kelurahan, termasuk di Kelurahan Kelawuyuk.
Selain itu, untuk penanganan rumput liar, juga dapat digunakan alat semprot pembasmi rumput, sehingga tidak selalu harus dibabat secara manual. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Wali Kota Sorong dalam menjaga kebersihan Kota Sorong agar tetap bersih, indah, dan nyaman.

Amos menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan sempat terjadi dinamika di tengah warga, termasuk adanya aspirasi untuk dilakukan pemilihan ulang secara terbuka. Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Formatur kemudian menetapkan bahwa proses pemilihan sebelumnya dinyatakan gugur dan dilanjutkan dengan pemilihan baru secara demokratis tanpa intervensi pihak mana pun.
“Semua saya serahkan kepada warga untuk memilih secara bebas tanpa intervensi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masa kepemimpinan RT ke depan akan dijalankan selama tiga tahun. Ia juga menekankan bahwa jabatan Ketua RT bukanlah jabatan politik maupun pekerjaan berbasis keuntungan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Di sini bukan partai politik, bukan perusahaan, bukan pemerintahan. Ini murni pengabdian sosial, yang kita utamakan adalah kebersamaan, loyalitas, dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Amos juga menyoroti keberagaman masyarakat di lingkungan RT 005/RW 005 yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama. Menurutnya, sejak dirinya tinggal di wilayah tersebut sekitar tahun 2002 hingga saat ini, kebersamaan warga tetap terjaga dengan baik.
“Selama ini kita mampu menjaga keutuhan dan kebersamaan. Tidak pernah ada konflik yang mengganggu kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Amos mengajak seluruh warga untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong yang telah terbangun selama ini.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila terdapat persoalan di lingkungan, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui musyawarah bersama pengurus RT dan RW, serta berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Babinsa.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa selama ini dirinya tetap berkontribusi sebagai warga dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk membantu pembangunan pintu air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut.
“Saya tetap bagian dari warga dan terus berupaya membantu kegiatan lingkungan, termasuk penanganan banjir melalui pembangunan pintu air,” ujarnya.
Ia juga menyebut pernah berkontribusi dalam kegiatan lingkungan melalui Dinas Lingkungan Hidup, khususnya dalam mendukung fasilitas kebersihan.
Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat satu pekerjaan rumah besar yang perlu segera ditangani bersama, yakni pembangunan tanggul di bagian depan wilayah tersebut. Ia berharap seluruh warga dapat mendukung dan mendoakan agar program tersebut dapat segera terealisasi.
“Untuk tanggul di depan ini masih menjadi PR besar kita. Namun saya berharap kita semua bisa berjuang bersama. Pemerintah kota juga sudah turun langsung meninjau lokasi tersebut,” katanya.
Amos juga berharap adanya perhatian dari pemerintah tingkat distrik dan kelurahan terhadap kepentingan masyarakat di lingkungan RT.
“Saya berharap jangan sampai RT ini terabaikan. Karena dari sinilah kehidupan masyarakat itu dibangun,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembentukan Badan Formatur dilakukan melalui musyawarah warga mengingat masa jabatan Ketua RT periode 2021–2026 akan segera berakhir. Oleh karena itu, warga berinisiatif melaksanakan proses pemilihan lebih awal agar kepengurusan baru dapat segera menjalankan tugas di pertengahan tahun berjalan.
“Sejak awal, warga telah bermusyawarah untuk membentuk Badan Formatur sebagai persiapan pergantian kepemimpinan RT,” ujarnya.
Tariat juga menyampaikan bahwa RT di lingkungan tersebut pertama kali terbentuk pada tahun 2004 dan dipimpin oleh Bapak Drs. H. Muhammad Satir, M.Pd.I. sebagai Ketua RT pertama. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Rauf dari tahun 2004 hingga 2009. dan berlanjut hingga tahun 2021 selama kurang lebih dua periode atau sekitar 10 tahun. Saat ini, beliau diketahui berdomisili di Katapop.
Selanjutnya, kepemimpinan RT dilanjutkan oleh Suardi Thamal sejak tahun 2021 dan akan berakhir pada tahun 2026.
Dalam proses pemilihan, Badan Formatur telah melibatkan seluruh warga melalui mekanisme dari lorong ke lorong, mulai dari pendataan, penjaringan calon, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Namun, untuk memastikan seluruh warga terakomodasi secara adil, panitia juga melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah.
“Setelah seluruh proses selesai, kami menyusun berita acara penetapan hasil pemilihan dan telah mengusulkannya ke pihak kelurahan untuk proses pengesahan,” jelasnya.
Tariat menambahkan, kegiatan malam ini merupakan rangkaian dari proses tersebut, yakni penggabungan acara Halal Bihalal dan serah terima jabatan Ketua RT. Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal menjadi momen penting untuk mempererat kembali silaturahmi warga yang belum sempat bertemu secara langsung saat Idul Fitri.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan, keamanan, dan kebersihan lingkungan serta nilai-nilai sosial yang telah terbangun di RT 005/RW 005.
Sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 84 Tahun 2015 yang diperbarui dengan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018, RT merupakan mitra kelurahan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Apabila di kemudian hari terdapat perubahan, maka hal tersebut akan ditentukan melalui musyawarah bersama warga dengan mempertimbangkan arahan dari pihak kelurahan sebagai pembina RT dan RW.
Di akhir laporannya, Tariat menyampaikan bahwa tahapan yang telah dilaksanakan oleh Badan Formatur meliputi:
1. Penjaringan dan pendataan calon pengurus RT
2. Proses pemilihan
3. Pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal dan sertijab
4. Pengusulan hasil pemilihan ke kelurahan untuk disahkan melalui Surat Keputusan (SK).














