MetroTanah PapuaUncategorized

Gelar Forbisda, HIPMI Hadirkan Tiga Narasumber

×

Gelar Forbisda, HIPMI Hadirkan Tiga Narasumber

Sebarkan artikel ini
Berpose bersama usai pelaksaan kegiatan Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI Papua Barat Daya. [foto: redaksi-sr]

SORONG, sorongraya.co – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Barat Daya menggelar Forum Bisnis Daerah yang menghadirkan tiga narasumber handal.

Kegiatan yang diikuti para mahasiswa dan pengurus BPC HIPMI se Papua Barat Daya ini, dilaksanakan di Gedung Pertemuan Drey Kinder.

Ketua Panitia Pelaksana, Fadlia Sanusi Rahaningmas mengatakan Forum Bisnis Daerah HIPMI Papua Barat Daya ini bersamaan dengan kegiatan Rakerda dan Diklatda.

Baca: Indosat Awali 2026 Dengan Kinerja Kuat, Dukung Pertumbuhan Lewat AI dan Ecosistem Digital

“Kegiatan Forbisda ini barengan dengan kegiatan Raker dan Diklatda, yang telah dilakukan pada hari Sabtu kemarin. Sedangkan Forbisda baru dilaksanakan hari Minggu,” ujar Fadlia kepada wartawan. Minggu, 03 April 2026.

Penyerahan Cinderamata oleh Korwil Indonesia Timur BPP Hipmi, kepada narasumber pada Forbisda Papua Barat Daya. [foto: redaksi-sr]
Diklatda dan Forbisda merupakan dua rangkaian kegiatan strategis HIPMI di tingkat daerah. Diklatda fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, anggota, dan pengurus, sementara Forbisda bertujuan untuk memperkuat sinergi, jaringan, dan kolaborasi bisnis antar anggota.

Koordinator Wilayah Indonesia Timur BPP HIPMI, Bachtiar menyampaikan terimakasih kepada para pemateri yang telah memenuhi undangan HIPMI PBD.

Menurutnya setiap BPD HIPMI wajib melaksanakan agenda penting organisasi, yaitu Rakerda, Diklatda dan Forbisda.

Dalam Rakerda diharapkan pengurus Hipmi dapat menyusun program yang mampu bekerjasama dengan pemerintah daerah.

@sorongraya.co Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) oleh Presisen RI, Pravowo Subianto di Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (25/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, Maruarar memastikan program bedah rumah bagi masyarakat berjalan tepat sasaran. Untuk tahun 2026, Kota Sorong mendapatkan alokasi sebanyak 607 unit rumah. Sementara itu, sejumlah daerah lain di Papua Barat Daya juga memperoleh alokasi masing-masing 500 unit, yakni Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw. Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melakukan perubahan mendasar di enam provinsi di Tanah Papua. “Tahun ini seluruh kabupaten/kota di Papua, total sekitar 42 daerah, masing-masing minimal mendapatkan 500 unit bedah rumah. Artinya, ada sekitar 21 ribu hingga 22 ribu rumah yang diperbaiki di seluruh Tanah Papua,”ujarnya. Menurutnya, program tersebut mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, tidak hanya dari sisi hunian, tetapi juga dari aspek ekonomi. Selain program bedah rumah, pemerintah pusat juga meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan yang akan digerakkan secara masif di Papua. Program ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk mendapatkan pembiayaan. “Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta tidak perlu jaminan, dengan bunga hanya 0,5 persen. Ini diharapkan bisa membantu masyarakat memperbaiki rumah sekaligus mengembangkan usaha, terutama bagi ibu-ibu yang berusaha dari rumah,”jelasnya. Program tersebut juga didukung oleh skema pembiayaan dari PNM Mekaar bekerja sama dengan BRI, dengan penurunan bunga hingga 5 persen. Langkah ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga secara berkelanjutan. Ara menekankan bahwa pembangunan rumah harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan, tanpa dukungan ekonomi yang memadai, kondisi rumah yang telah diperbaiki berpotensi kembali rusak. “Kalau ekonomi keluarga tidak baik, rumah yang sudah direnovasi bisa kembali kumuh. Karena itu, kita bangun rumahnya sekaligus ekonomi keluarganya,”tegasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa di Kota Sorong sendiri terdapat sekitar 18 ribu rumah tidak layak huni. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota untuk mempercepat penanganannya. Ke depan, pemerintah juga akan melibatkan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperluas jangkauan perbaikan rumah rakyat. Selain itu, pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 15 ribu rumah di wilayah perbatasan Indonesia, termasuk di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, serta di Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara. “Tujuannya agar masyarakat di perbatasan merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia dan mendapatkan perhatian yang sama,”kata Ara. Pemerintah juga menyiapkan program rumah subsidi dan pengembangan kawasan permukiman di Papua. Seluruh program tersebut diyakini akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari sektor tenaga kerja, usaha kecil, hingga industri bahan bangunan. “Tahun lalu Kota Sorong hanya mendapat kurang dari 100 unit, sekarang menjadi 607 unit. Ini peningkatan yang sangat signifikan,”ungkapnya. Ia menegaskan untuk pengawasannya seluruh pihak, termasuk masyarakat, aparat penegak hukum, dan media, untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan program agar berjalan transparan dan tepat sasaran. #kotasorongpapuabarat #sorong #papuabaratdaya #kotasorong ♬ WELE DANCE – Lui Cruz & Berri-Tiga

Pantauan media ini narasumber dalam Forbisda HIPMI yaitu, Pertamina yang dibawakan oleh Sales Magnager Branch Pertamina Patra Niaga, Yunus Maharrahman. KCP Pasar Remu Bank Papua, Asep Ardiansyah, serta Kepala Biro ekonomi dan adm pembangunan PBD, Eksan Musaad.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.