Uncategorized

Keluarga Dari Korban Miras Oplosan Datangi Kantor Dewan Kota Sorong Sampaikan Aspirasi

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co- Buntut dari meninggalnya 5 orang yang dipekerjakan oleh Hendrik Storus, keluarga dari 7 korban miras oplosan, Rabu, 25 Mei 2022 mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong untuk meminta keadilan sekaligus menyampaikan aspirasi.

” Kami menuntut agar 5 jenazah dan 2 korban lainnya yang masih kritis di rumah sakit agar dipulangkan secepatnya ke Sorong. Jika tidak, kami akan melakukan aksi lebih banyak daripada ini,” kata salah satu keluarga korban, Franky Rumere, Rabu, 25 Mei 2022.

Franky mengingatkan, di Papua sudah jelas hukum adat berlaku. Jika korban sudah dikembalikan ke Kota Sorong, akan ada lagi pertemuan internal dengan keluarga untuk menyikapi permasalahan yang terjadi. Dengan demikian ada kesepakatan bersama antara pelaku dengan keluarga korban.

“Jenazah tiba di Sorong pun bukan akhir dari aspirasi yang kami sampaikan. Yang jelas jenazah dipulangkan dan akan ada juga tuntutan lain,” ujar Franky.

Menanggapi aspirasi dari keluarga 7 korban miras oplosan, anggota DPRD Kota Sorong, Syafrudin Sabonama mengatakan, seperti yang sudah diaspirasikan, dengan meminta korban untuk dipulangkan, Hendrik Sitorus juga harus di tangkap dan bertanggung jawab terhadap proses lainnya.

Menurut Syafrudin, walaupun tempat kejadiannya ada di Jayapura tetapi korban adalah warga kota Sorong sehingga kami menerima aspirasi itu akan kami sampaikan ke pimpinan dewan kemudian akan dikomunikasikan juga dengan Wali Kota Sorong supaya ada langkah konkret guna meringankan beban duka dari keluarga korban.

Diketahui, jumlah korban yang meninggal akibat miras oplosan bertambah menjadi lima orang. Lima orang tersebut yakni Fatma, Viktor Tugerfai, Mei Sawai, Baltasar Tiberi, Loudyk Noridei.

Sementara, dua korban selamat yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang ada di Jayapura adalah Papua Rumaropen dan Demianus Saweri.

Sebelumnya, rumah kos milik mantan anggota DPRD kota Sorong yang berada di jalan Danau Limboto Rufei di rusak oleh sekelompok orang. Tak hanya itu, kediaman pribadi Hendrik Sitorus yang ada di Malanu pun ikut di rusak.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.