Tim Monitoring Cluster Meyes melakukan monitoring di sejumlah gedung sekolah yang baru dibangun di Wilayah Manokwari
Pendidikan & Kesehatan

Tim Monitoring Clusters Meyes Apresiasi Keberhasilan Pendidikan di Manokwari

Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

MANOKWARI,sorongraya.co– Tim monitoring  Cluster Meyes mengapresiasi keberhasilan dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan dunia pendidikan, berdasarkan hasil monitoring pelatihan In House Training bagi kepala sekolah dan guru-guru, program penguatan literasi  kelas awal (kelas 1-3) pada 20 sekolah pinggiran dan terpencil, kerjasama antara Dinas pendidikan, pemuda dan olah raga kabupaten manokwari bersama DFAT dan UNICEF dengan mitra kerjsama  Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari Sorong (KMS) Wilayah Manokwari, yang dipusatkan pada SD YPPK Santo Antonius Meyes, Selasa (20/3)

Tim monitoring Cluster Meyes (SD YPPK Santo Antonius Meyes, SD Inpres 62 Asai dan SD Inpres 57 Warbefor)  yang terdiri dari Perwakilan Bagian Humas dan Protokol Setda kabupaten Manokwari yang diwakili kasubag. Pengumpulan informasi dan pemberitaan Yohanes Ada Lebang, Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari Sorong, Yohanes Bambang Supraptono dan Finance Officer YPPK  KMS-UNICEF Junita Stemicima Iba.

Tujuan pelatihan memberikan pengutan pengetahuan dan ketrampilan bagi guru dan kepala sekolah khususnya kelas awal pada 20 sekolah sasaran di Kabupaten Manokwari, serta hasil yang diharapkan yaitu meningkatnya kemampuandan ketrampilan guru dalam pengajaran literasi, khususnya ketrampilan fonik, pemahamanmenulis, dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Hasil Monitoring yang dilakukan Tim menemukan bahwa masih minimnya fasilitas penunjang ketrampilan dan sumber pengetahuan bagi guru berupa Komputer/internet, televisi, infocus, buku ajar maupun buku siswa.

Terkait prinsip-prinsip literasi khusus kelas awal kepada guru perlu sekali diterapkan dan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah melalui dinas teknis maupun Unicef bersama mitra kerja menyangkut Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang bisa diprediksi; Program literasi yang baik bersifat berimbang; Program literasi berlangsung di semua area kurikulum, Tidak ada istilah terlalu banyak untuk membaca dan menulis yang bermakna, Diskusi dan strategi bahasa lisan sangat penting, Keberagaman perlu dirayakan di kelas dan sekolah.

Menurut ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Wilayah Manokwari, Yohanes Bambang Supraptono bahwa selama tiga tahun pendampingan literasi Unicef telah menunjukkan partispasi serta dukungan berbagai dari pihak baik pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

Dicontohkan seperti yang dilakukan pada SD YPPK Santo Atonius Meyes yang tahun ini telah dibantu pembangunan 3 unit ruang kelas oleh Bank Mega, pembangunan 3 unit MCK oleh umat Katolik Surabaya, kemudian tahun ini juga peningkatan jalan masuk ke sekolah (pengaspalan) akan dilakukan berdasarkan hasil musrembang kampung.

“Disamping itu diakuinya Bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari telah membangunan beberapa unit ruang kelas di daerah pinggiran dan terpencil termasuk mengganti kepala sekolah yang dianggap tidak bekerja ditempat tugas maupun penambahan tenaga pengajar” ucap Yosep Bambang

Lanjut Bambang, monitoring hari kedua akan dilakukan pada sekolah SD Inpres 85 kaironi Sidey dengan harapan menjadi bahan acuan pembangunan pendidikan di kabupaten manokwari.(ken)


Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.