Pendidikan & Kesehatan

Program Jaksa Masuk Sekolah Mendapat Respon Positif Pelajar SMPN 5 Kota Sorong

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang merupakan salah program andalan Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sorong di awal tahun 2022 ini menyasar siswa-siswi SMP Negeri 5 Kota Sorong.

Program Jaksa Masuk Sekolah hadir di SMP Negeri 5 Kota Sorong untuk memperkenalkan hukum sejak dini kepada siswa-siswi.

Dengan kemajuan teknologi saat ini menjadikan kita lupa mengontrol diri. Terkadang kita kerap terpengaruh dengan apa yang disebarkan melalui media sosial.

Padahal kita tidak menyadari bahwa jejak digital sampai kapanpun dan dimana pun dapat ditemukan dan pada akhirnya membawa kita pada persoalan hukum.

” Kalau kita sudah tahu hukum sebaiknya kita jangan sampai terseret atau terlibat dalam masalah hukum,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Soring, I Putu Sastra Adi Wicaksana, Kamis, 16 Februari 2022.

Sastra pun mengingatkan kepada siswa-siswi SMP Negeri 5 Sorong untuk tidak terlibat dalam berbagau masalah, termasuk bullying maupun tawuran antar pelajar.

” Jika kita mengetahui hal itu sebaiknya dihindari dengan cara melaporkan kepada guru atau kepala sekolah sehingga nantinya dapat diselesaikan secara baik,” ujarnya.

Adik-adik juga harus bijak dalam menggunakan telepon genggam. Jangan mudah terpengaruh dengan media sosial karena pada dasarnya kemajuan teknologi tidak dapat kita jangkau. Hanya dengan sikap arif dan bijaksanalah kita dapat mengontrolnya.

” Yang paling penting lagi, apabila diantara adik-adik sekalian kerap terjadi tindakan bully, sebaiknya langsung dilaporkan ke guru BP untuk diselesaikan. Jika tidak bisa, jalan terakhir adalah proses hukum, dimana seorang pelajar harus menjalani pemeriksaan di kepolisian hingga proses persidangan dan menjalani hukuman,” kata Sastra.

Kuncinya, lanjut Sastra, tahu hukum, jauhi hukum, itu saja,” tambahnya.

Sementara, Kepala SMP Negeri 5 Kota Sorong Herlin Maniagasi merespon dengan baik program jaksa masuk sekolah Kejari Sorong ini.

” Apa yang disampaikan dalam program jaksa masuk sekolah ini secara tidak langsung memotivasi anak-anak didik kami untuk melaporkan hal-hal yang terjadi di sekolah. Dengan demikian tindakan kekerasan bisa diminimalisir,” kata Herlin.

Dengan adanya kegiatan ini, otomatis memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang hukum sehingga tindakan-tindakan bully bisa berkurang.

Harapannya, pendidikan akan terus berjalan dan anak-anak kita akan selalu ada di sekolah ini. Kegiatan JMS ini jangan hanya kali ini saja, kalau bisa terus berjalan dan lebih sering.

Dengan demikian, anak-anak ini sebagai generasi muda tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Dengan kerja sama yang baik antar semua pihak penegak hukum, dengan sendirinya mengurangi jumlah anak-anak di dalam Lapas yang terlibat masalah hukum,” tutur Herlin.

Di akhir kegiatan, kasi intelijen kejaksaan negeri Sorong memberikan doorprize berupa satu unit telepon genggam kepada salah satu yang menjawab dengan benar nama lengkap Jaksa Agung RI.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.