Kepala RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, dokter Eka Widrian Suradji. PhD. (Foto: Istimewa)
Pendidikan & Kesehatan

Rumkit Bantah Tidak Benar Ada Anak Busung Lapar di Bintuni

Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

BINTUNI, sorongraya.co- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni melalui dokter Eka Widrian Suradji. PhD membantah, tidak benar jika ada anak di Distrik Kuri Kabupaten Bintuni yang menderita busung lapar.

Hal ini ditegaskan pihak RSUD kepada Humas dan Protokoler Pemerintah Daerah. Pasalnya, ada salah satu media Online yang memberitakan jika ada seorang anak di distrik kuri teluk bintuni inisial FF menderita busung lapar, padahal berdasarkan hasil diagnosa dari pihak RS anak tersebut menderita tumor Intra Abdomen atau tumor dalam perut.

“Mungkin sebagian masyarakat melihat bahwa pasiennya kecil sementara perut besar, sehingga dipikir itu busung lapar tanpa adanya cross check terlebih dahulu. Jadi ini miss persepsi sehingga sangat disayangkan akan pemberitaan tersebut. Sementara itu pihak media berkewajiban melakukan konfirmasi ke RSUD, dokter atau Bagian Humas terkait kondisi pasien tersebut sebelum diberitakan,” ujar Kepala Rumah Sakit Umum Daera Teluk Bintuni, dokter Eka Widrian Suradji.PhD kepada Humas dan Protokoler Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis sore, 1 September 2018.

Menurut Eka, saat ini pihaknya lagi melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut jenis tumor yang diderita pasien tersebut. Jadi, saya tegaskan sekali lagi bahwa, anak tersebut bukan penderita busung lapar, tapi pasien menderita Intra Abdomen.

Lebih lanjut Eka mengatakan, hari ini atau besok pagi pasien tersebut di menjalani ct scan, namun itu tergantung dari kondisi pasien. “Saat ini kami juga belum bisa mengatakan apakah si pasien dirujuk keluar Bintuni atau tidak, karena tergantung dari ukuran dan jenis tumornya,” kata dia

“Tapi untuk penanganan pertama kita akan lakukan semaksimal mungkin, lebih lanjut apakah perlu dilakukan operasi atau tidak, namun jika dilakukan operasi, apakah tetap dilakukan di bintuni ataukah diluar,” tambah dia

Lanjutnya lebih jauh, jika pasien FF sudah dirujuk sesuai saran dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) distrik kuri sejak tanggal 18 Oktober 2018 lalu, namun pihak keluarga meminta waktu untuk berembuk sehingga baru di rujuk ke RSUD Bintuni tanggal  31 Oktober tepatnya ke Poli Penyakit Anak. [dwi]

(Humas & Protokoler)


Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.