Penulis: Siswa - SMAIT PERADABAN AL IZZAH KOTA SORONG-Savira Dwi Putri Angghraeni.
Opini

Dampak Penerapan Kurikulum Merdeka

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Dalam buku yang ditulis Prof. Dr. S. Nasution yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan bahwa, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Dengan adanya Kurikulum yang tepat, para peserta didik akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Merdeka Belajar adalah upaya memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi.

Apa itu Kurikulum Merdeka? Nadiem mengatakan Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar ialah program kebijakan baru Kemendikbud RI yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Nadiem Makarim menambahkan fakta bahwa dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, Indonesia telah melakukan pembaharuan kurikulum sebanyak 3 kali. Dampak positif dari kurikulum merdeka belajar adalah siswa diberikan ruang terbuka untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan keinginan bakat minat cara dia belajar. Tentu saja agar kedepannya siswa bisa memiliki jiwa kompetensi yang baik, kreatif dan inofatif.Akan tetapi kurikulum merdeka juga mempunyai dampak negatif bagi proses belajar mengajar.

(Penulis: Siswa -SMAIT PERADABAN AL IZZAH KOTA SORONG-Savira Dwi Putri Angghraeni).(Ayu) 

Ada beberapa siswa yang memiliki pemikiran yang menjadikan kurikulum ini sebagai peluang dalam dirinya untuk mencari keahliannya di bidang lain, sedangkan ada juga beberapa siswa yang mungkin bisa menjadikan Kurikulum ini adalah sebuah keluhan dan membuat peserta didik ini menjadi tidak nyaman dalam pembelajaran karena sulitnya memahami dan berdaptasi dengan kurikulum yang sedang dijalankan. Pergantian kurikulum tentu akan melibatkan banyak perubahan mulai dari perubahan sistem, prosedur dan masih banyak lagi. Hal itu akan berdampak buruk bagi siswa di mana ketika siswa masih berusaha menyesuaikan diri dengan kurikulum yang satu, dan diganti dengan kurikulum yang baru.
Kesimpulannya adalah, sebagaimana pun pemerintah membuat kebijakan kurikulum baru pasti saja ada pro dan kontra. maka sebijak bijaknya seorang siswa harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan maksud dari kurikulum baru yang dibuat. Karena apapun yang dirancang dan dibuat oleh pemerintah, pasti ada niat dan kebijakan baik demi masa depan anak anak bangsa yang maju.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.