MetroTanah Papua

Terra Abadi Papua Hadir di Kota Sorong, Menjaga Alam untuk Kehidupan

×

Terra Abadi Papua Hadir di Kota Sorong, Menjaga Alam untuk Kehidupan

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co- Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, meresmikan Yayasan Terra Abadi Papua yang beralamat di Jalan Selat Obi, Gang Dokarim, Kelurahan Klasab, Distrik Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Terra Abadi Papua merupakan lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, penguatan kapasitas masyarakat, serta mendukung peran masyarakat adat dan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.

Lembaga ini didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam di Tanah Papua yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyambut baik kehadiran Terra Abadi Papua sebagai mitra baru pemerintah dalam upaya konservasi lingkungan.

Menurutnya, Terra Abadi Papua diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kelestarian ekosistem laut dan darat di Papua Barat Daya, khususnya di Raja Ampat.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya siap berkolaborasi dengan Terra Abadi Papua, terutama dalam aspek regulasi. Sementara program-program teknis akan dilaksanakan langsung oleh Terra Abadi Papua bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, diskusi awal telah dilakukan untuk menginventarisasi berbagai program yang akan dikerjakan secara bersama-sama.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Terra Abadi Papua, Meity Mongdong, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Ia berharap Terra Abadi Papua dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan yang berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Papua Barat Daya.

“Tujuan kami adalah memastikan sumber daya alam tetap menjadi sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati yang dimiliki Papua,” kata Meity.

Ia menjelaskan, fokus awal program Terra Abadi Papua akan diarahkan ke Raja Ampat dalam tiga hingga lima tahun pertama, sebelum diperluas ke wilayah Kepala Burung Papua secara lebih luas.

Menurutnya, pengelolaan terpadu antara wilayah daratan dan lautan menjadi sangat penting mengingat Raja Ampat merupakan gugusan pulau-pulau kecil, sementara kawasan Kepala Burung Papua didominasi wilayah pesisir yang saling terhubung secara ekologis.

Terra Abadi Papua juga berkomitmen memastikan sektor pariwisata Raja Ampat tetap berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tekanan yang mulai muncul dan berpotensi mengancam kelestarian sumber daya alam.

Ke depan, program kerja Terra Abadi Papua akan mencakup wilayah Kepala Burung Papua, termasuk Kabupaten Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, hingga Tambrauw.

Meity menilai, sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Raja Ampat perlu dikelola secara lebih bijak agar tidak justru mengancam sumber daya alam yang menjadi daya tarik utamanya.

“Pembangunan kawasan pesisir yang tidak direncanakan dan dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan laut. Karena itu, praktik-praktik pembangunan yang berkelanjutan harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Naskah ini sudah menggunakan gaya berita yang lebih formal, runtut, dan layak untuk publikasi media online maupun cetak.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.