SORONG,sorongraya.co-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi melepas keberangkatan 296 jemaah calon haji asal Papua Barat Daya dan akan berangkatkan pada 7 Mei 2026. kegiatan pelepasan dan pembekalan yang berlangsung di Hotel Vega Sorong, Senin (4/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau meminta seluruh jemaah menjaga nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dari total 296 jemaah calon haji, Kota Sorong menjadi daerah dengan jumlah terbanyak yakni 175 orang, disusul Kabupaten Sorong 26 orang, Raja Ampat 23 orang, Sorong Selatan 20 orang, Maybrat 4 orang, dan Tambrauw 4 orang.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyampaikan doa agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar dan para jemaah kembali ke daerah dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.

“Pertama tentu kami doakan semoga seluruh proses rangkaian manasik haji yang akan dilaksanakan oleh para jemaah calon haji Papua Barat Daya, bahkan Indonesia pada umumnya, dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Berangkat dalam keadaan sehat walafiat dan kembali juga dalam keadaan sehat walafiat,” kata Ahmad Nausrau usai kegiatan.
Ia menegaskan bahwa para jemaah calon haji bukan hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi representasi Papua Barat Daya di hadapan masyarakat dunia.
“Mereka ini tidak hanya berangkat mewakili pribadi, tapi juga keluarga besar, nama kabupaten, dan sebagai duta Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu kami berharap mereka menjaga marwah dan nama baik daerah dengan mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh para pendamping maupun petugas kloter,” ujarnya.
Wagub juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan dan lebih fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci. Ia meminta para jemaah mengurangi aktivitas di luar agenda resmi agar tidak mengalami kelelahan menjelang puncak ibadah haji.
“Fokus untuk ibadah, zikir dan doa. Kurangi agenda-agenda di luar jadwal yang sudah ditetapkan petugas agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti kelelahan, kecapekan bahkan sakit sebelum puncak ibadah haji,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada para jemaah dan petugas pendamping haji daerah.
“Bantuan itu diberikan kepada para calon jemaah haji sebesar Rp2 juta per orang, sementara pendamping yang mengantar jemaah menerima bantuan sebesar Rp1,5 juta per orang,” jelasnya.
Selain bantuan kepada jemaah, pemerintah provinsi juga menyerahkan hibah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua Barat yang bertanggung jawab dalam proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Nausrau turut menitipkan pesan dari Gubernur Papua Barat Daya agar seluruh jemaah mendoakan kemajuan daerah selama berada di Tanah Suci.
“Bapak Gubernur berpesan kepada seluruh jemaah calon haji untuk mendoakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, para bupati, wali kota dan seluruh masyarakat Papua Barat Daya supaya provinsi ini bisa berkembang lebih cepat dan menjadi yang termaju di tanah Papua,” tutupnya.
Usai kegiatan pelepasan, para jemaah juga menerima uang saku dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para calon jemaah sebelum keberangkatan. (***)














