Kondisi minibus daihatsu terios warna hitam, dengan nomor polisi PB 1778 F, yang dikemudikan Widi Asmoro Jati, mengalami rem blong, usai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur, Fakfak, Provinsi Papua Barat, (11/10).
Peristiwa

Rem Blong, Daihatsu Terios Hantam Pembatas Jalan Samping Majid Agung Fakfak

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

FAKFAK,sorongraya.co – Sebuah minibus daihatsu terios warna hitam, dengan nomor polisi PB 1778 F, yang dikemudikan Widi Asmoro Jati, mengalami rem blong, usai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur, Fakfak, Provinsi Papua Barat, (11/10).

Akibatnya, Widi yang merupakan salah Satu Kepala Bidang di Bappeda Fakfak bersama 3 orang rekannya yang berada dalam mobil tersebut, mengalami luka sehingga dilarikan ke RSUD Fakfak.

Luky Saksono Jati, pegawai Dinas Perinsdustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak, adik dari Widi yang juga ikut dalam mobil tersebut, menuturkan, usai mengikuti ibadah Sholat Jumat di Masjid Agung mobil hendak turun menuju arah jalan raya atau jalan Yos Sudarso, tiba-tiba rem mobil tidak berfungsi.

Korban luka dilarikan ke RSUD Fakfak.

“Rem mobil (Tidak berfungsi, red) blong dan mobil meluncur. Kami menghindari orang lalu menabrak batu pembatas jalan samping Masjid Agung,” jelas Luky.

“Kami semua kaget dan berteriak, karena mobil tiba-tiba meluncur tidak berhenti,” tambah Senin Muri, Kepala Kampung Vior.

Dari penelusuran di rumah sakit, keempat korban kecelakaan tersebut ialah, Widi Asmoro jati, Luky Saksono Jati, Senin Muri, Bandan Patiran, Ketua Baperkam Vior dan Ambay Tator, Sekretaris Kampung Vior.

Saat ini korban sedang dalam perawatan di RSUD Fakfak dan informasinya, Widi yang mengemudi mobil tersebut, diduga mengalami patah tulang. Hal ini dimungkinkan, sebab posisi mobil yang menabrak batu, berada disisi pengemudi.

Nampaknya, mobil tersebut meluncur menyeberangi jalan Yos Sudarso, dan masuk lorong yang ada di bawah jalan. Mobil baru berhenti, saat mobil menghantam batu di samping sebuah rumah.

Sayangnya, hingga berita ini diupload, belum ada penjelasan dari pihak yang berwenang. [wah/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.