Massa yang merusak warung dan kendaraan di seputaran Sorpus dan Halte Dom. Foto: Junaedi
Peristiwa

Pasca Penemuan Mayat, Situasi di Halte Dom Dan Sorpus Mencekam

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Pasca penemuan mayat laki-laki yang diketahui berinisial SH (30) yang merupakan warga kompleks Sorong Pusat (Sorpus), Minggu (23/06/2019) sekitar pukul 19.30 WIT di Puncak Bahari, sekelompok massa yang diduga kerabat dekat korban melakukan perusakan sejumlah mobil, motor dan warung yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) seputaran Halte Dom dan Sorpus yang mengakibatkan situasi mencekam.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky Kristanto Abadi, S.IK ketika dikonfirmasi membenarkannya kejadian tersebut. Menurutnya, aksi perusakan dan pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok massa dipicu oleh ditemukannya jasad SH di Puncak Bahari, Minggu (23/6) sekitar pukul 19.30 WIT.

Hengky pun membenarkan, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa setelah seminggu tidak pulang ke rumah. Menurut keterangan para saksi, korban terakhir terlihat pada hari Senin (17/6), saat itu korban sedang terlibat perkelahian dengan seorang pria berinisial BR.

“Bermula dari perkelahian antara BR dengan adik korban. Karena korban tidak senang adiknya dipukul, korban kemudian ikut campur, yang berujung perkelahian antara korban dengan BR. Sempat terjadi kejar kejaran hingga ke Puncak Bahari antara korban dan adiknya serta BR. Disitulah korban tidak pernah terlihat lagi sampai akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas. Kalau dari kondisi jasadnya, korban sepertinya sudah tewas sejak 4 atau 5 hari yang lalu. Karena jasad korban sudah dalam keadaan membengkak dan menghitam,”ujar Hengky.

Polisi ketika membubarkan massa. Foto: Junaedi

Untuk sementara lanjutnya mengatakan, kuat dugaan jika SH tewas dianiaya BR mengingat ada beberapa bekas benda tumpul pada tubuh korban. “Dugaan sementaranya itu, kemungkinan-kemungkinan lain akan bisa terungkap setelah hasil visum dari RSUD Sele be Solu,”ungkapnya.

Hengky mengakui jika pihaknya mendapatkan informasi jika saat ini BR sudah menyerahkan diri ke Polsek Abe Jayapura. Maka, dua Anggota Polres Sorong Kota telah diberangkatkan Jayapura untuk menjemput BR.

Hengky menambahkan, pasca penemuan mayat, situasi di sekitar TKP berangsur pulih. Namun, ketika massa hendak kembali melakukan pemalangan pada Senin pagi (24/06/2019), pihaknya melakukan pembubaran secara paksa.

“Tidak ada itu palang-palang, toh keluarga korban sudah terima jasad korban di rumah duka di Sorpus sana,”tandasnya. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.