Seorang pria inisial LOK (27) nelayan asal Desa Lailangga Kecematan Wadaga, Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tergantung seutas tali di leher dalam rumahnya di Pulau Kacang Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Jumat (12/07). (Dok. Ist)
Peristiwa

Nelayan Asal Sultra Ditemukan Tewas Tergantung Tali di “Pulau Kacang” Raja Ampat

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,sorongraya.co – Seorang pria inisial LOK (27) nelayan asal Desa Lailangga Kecematan Wadaga, Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tergantung seutas tali di leher dalam rumahnya di Pulau Kacang Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Jumat (12/07).

Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Gonzales (44) sekitar pukul 06.30 WIT yang kemudian melaporkannya ke Polsek Misool.

“Gonzales yang pulang melaut, singgah di rumah korban LOK dan memanggil- manggil korban, karena korban tidak menjawab, ia pun mengintip lewat celah dinding dan melihat korban dalam posisi tergantung tali di leher di dalam rumah,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Y. Krey, Jumat (12/07) malam.

Gonzales yang berhasil membuka pintu rumah, kata Mathias, mendapati korban sudah tidak bernyawa. Dengan adanya kejadian tersebut dia mendatangi Polsek Misool untuk melaporkan kejadian tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjut Mathias, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hal ini diperkuat berdasarkan hasil pemeriksan medis oleh petugas di Puskesmas Waigama.

“Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan keluarga mengikhlaskan kejadian yang menimpa korban. Keluarga tidak menuntut untuk kasusnya diproses hukum dan jenazah akan dimakamkan di Kampung Atkari Distrik Misool Utara,” jelas Mathias. [krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.