Kelompok pemuda dan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Mendatangi Kantor PT. PLN Cabang Sorong Ranting Teminabuan, Senin (14/10) kemarin.
Peristiwa

Kerap Mati Lampu, Masyarakat Sorsel Datangi Kantor PLN Teminabuan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORSEL,sorongraya.co – Kelompok pemuda dan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Mendatangi Kantor PT. PLN Cabang Sorong Ranting Teminabuan, Senin (14/10) kemarin.

Kelompok aksi yang menamakan diri Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Sorsel ini, mengawali aksi demo damai dengan orasi di persimpangan jalan utama dekat Lapangan Trinati Teminabuan.

Usai dari situ, masyarakat berjalan menuju depan Kantor PT. PLN Cabang Sorong Ranting Teminabuan yang berjarak sekitar 50 meter. Di depan gerbang Kantor PLN, masyarakat kembali melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi. Sejumlah staf dan karyawan PT. PLN Ranting Teminabuan, menemui para pendemo dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Ketua Koordinator aksi, Agustinus Semunya, mempertanyakan alasan PLN terus melakukan pemadaman listrik tak beraturan yang berlangsung tiga bulan terakhir. Dirinya meminta pihak PLN bisa menjelaskan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu dan terjadilah keterbukaan informasi publik.

“Kami minta pimpinan PT. PLN harus ada di sini dan memberikan penjelasan, terkait alasan terus dilakukan pemadaman secara tidak beraturan. Setiap hari terus mati lampu. Nyala 1 jam, tiba-tiba padam lagi dua sampai tiga jam. Ada apa sebenarnya dengan layanan PLN Teminabuan,” ungkap Agustinus Semuanya yang juga Ketua PMKRI Sorsel.

Kelompok pemuda dan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Mendatangi Kantor PT. PLN Cabang Sorong Ranting Teminabuan, Senin (14/10) kemarin.

Ditambahkan Ketua GMKI Kabupaten Sorsel Oland Abago, jika aksi yang dilakukan ini tidak direspon baik oleh pihak manajemen PLN Teminabuan, maka pihaknya selaku kaum muda bersama organisasi pemuda lain, akan menggerakan massa yang lebih banyak untuk menduduki Kantor PT. PLN Ranting Teminabuan.

“Kami melihat tidak ada keterbukaan manajemen PLN kepada publik. Kami masyarakat merasa dirugikan dengan pemadaman listrik yang tidak beraturan. Kalau kami tidak memenuhi tanggungjawab untuk membayar tagihan listrik, satu atau dua hari petugas PLN datang dan segel meteran. Tetapi kalau terus padam listrik dan barang-barang elektronik rumah tangga rusak, apakah PLN membayarnya?,” cetusnya bernada tegas.

Sementara Ketua KNPI Kabupaten Sorsel terpilih Amin Anggiluli dalam kesempatan ini, mempertanyakan tata kelola manajemen pelayanan PLN bagi masyarakat. Dirinya mengingatkan bahwa, salah satu komitmen Presiden Joko Widodo adalah Indonesia Terang di 2020. Tetapi sejak Teminabuan masih kampung sampai saat ini 15 tahun jadi kabupaten, layanan PLN tidak menunjukan tingkat kepuasan bagi masyarakat.

“Kehadiran PLN di Sorong Selatan merupakan bagian dari kehadiran negara. Kalau mati lampu terus, maka layanan publik seperti di sekolah, perkantoran dan rumah sakit pasti terganggu. Kalau begini terus kami pertanyakan manajemen PLN di sini seperti apa,” tuturnya.

Andi Hartanto selaku Supervisor Teknik PT. PLN Ranting Teminabuan dihadapan masyarakat mengatakan, Pimpinan PT. PLN Ranting Teminabuan saat ini tidak berada di tempat. Walau demikian, semua aspirasi masyarakat telah dicatat dan akan dilaporkan.

“Pimpinan sementara sakit dan berobat di luar. Jadi saya tidak bisa menyampaikan banyak hal pada saat ini. Tetapi terkait pemadaman ini, salah satu faktor penyebab adalah ada mesin yang meledak dan kami upaya untuk memperbaiki. Selain itu faktor pohon tumbang juga menjadi penyebab terjadinya pemadaman listrik,” katanya.

Selanjutnya Kepala Distrik Teminabuan Frans Salmon Thesia, SE mewakili pemerintah menyampaikan, pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait persoalan pemadaman listrik ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemadaman listrik. Antara lain faktor alam adanya pohon tumbang. Maka itu dihimbau dan diharapkan kepada masyarakat, agar bisa memberikan dukungan dengan tidak memungut biaya, apabila pihak PLN hendak menebang pohon yang mengganggu jaringan listrik.

Aksi demo damai ini mendapat pengawalan dari pihak Polri dan TNI di Kabupaten Sorsel. Direncanakan hari ini, Selasa (15/10), akan dilanjutkan dengan pertemuan atau dialog antara masyarakat dengan pihak PLN yang akan dihadiri Pimpinan PT. PLN Ranting Teminabuan. [ferd/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.