SORONG,sorongraya.co-Mall Sorong Modern City (MSC) yang berlokasi di kawasan reklamasi pantai Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, resmi dibuka pada Jumat (23/10/2026). Kehadiran pusat perbelanjaan modern ini diharapkan menjadi destinasi belanja, hiburan, dan kuliner baru bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Grand opening Mall MSC ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat, serta Founder Multi Modern Group, Sonny Waplau.
Mall yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2,3 hektare ini merupakan bagian dari kawasan reklamasi seluas sekitar 20 hektare. Pembangunan tersebut menjadi salah satu pengembangan bisnis properti Multi Modern Group di Tanah Papua.
Founder Multi Modern Group, Sonny Waplau, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan Mall MSC bermula ketika dirinya berkunjung ke Sorong dan melihat kawasan pantai yang saat itu dimanfaatkan masyarakat untuk bermain sepak bola.
Dari pengamatan tersebut, muncul ide untuk mengembangkan kawasan itu menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perbelanjaan.
“Lalu timbul ide, kenapa saya tidak reklamasi, lalu saya bangun di atas pantai tersebut. Saya minta izin dari beliau (Lambert Jitmau, mantan Wali Kota Sorong) dan puji Tuhan beliau izinkan. Izin lokasi tersebut 20 hektare yang di atasnya kita berdiri saat ini,” tutur Sonny.
Ia mengenang kawasan tersebut yang sebelumnya merupakan laut dan tempat masyarakat bermain bola. Sonny juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, atas dukungan terhadap gagasan pengembangan kawasan itu.
Menurut Sonny, pembangunan Mall MSC berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih 21 bulan. Ia mengungkapkan, sekitar 85 persen ruang usaha di dalam mall telah terisi.
Sejumlah tenant yang telah hadir antara lain Hypermart, Matahari, bioskop XXI, Game Center, Epitopia, area permainan anak, serta berbagai gerai lainnya. Mall ini juga menyediakan fasilitas kuliner melalui Sorong Food Court.
Sonny mengatakan, pengembangan kawasan tidak berhenti pada pembangunan mall. Ke depan, pihaknya berencana membangun hotel, apartemen, dan fasilitas pendukung lainnya di atas kawasan tersebut.
“Mudah-mudahan tempat ini adalah tempat yang menjadi pusat keramaian dari Kota Sorong,” harapnya.
Ia menambahkan, Mall MSC bukan proyek pusat perbelanjaan pertama yang dikembangkan Multi Modern Group di Tanah Papua. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah membangun pusat perbelanjaan di Kota Jayapura lebih dari 15 tahun lalu.
Direktur Utama PT Modern Multi Graha, Cecep Darmakusumah, dalam laporannya mengatakan pembangunan Mall MSC merupakan bagian dari pengembangan bisnis properti perusahaan. Proyek ini bertujuan menghadirkan fasilitas perbelanjaan modern yang lengkap dan nyaman sekaligus menjadi sarana rekreasi keluarga.
Menurut Cecep, kehadiran mall tersebut juga diharapkan memudahkan masyarakat Sorong memperoleh berbagai produk dan merek yang sebelumnya lebih mudah dijumpai di kota-kota besar lainnya.
“Kita berupaya juga menghadirkan toko-toko dan merek-merek yang selama ini mungkin hanya tersedia di kota-kota lain. Kita berusaha untuk bisa lebih dekat dan menghadirkannya di Kota Sorong sehingga masyarakat Sorong mungkin tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar Kota Sorong untuk mendapatkan barang yang berkualitas,” ujar Cecep.
Ia menjelaskan, Mall MSC dibangun di atas lahan kurang lebih 2,3 hektare yang merupakan bagian dari kawasan reklamasi seluas sekitar 20 hektare dan telah memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB).
Bangunan mall terdiri atas empat lantai yang diperuntukkan bagi kegiatan perbelanjaan, hiburan, dan kuliner. Selain restoran dan bioskop, tersedia pula pusat permainan, layanan kesehatan dan kecantikan, gerai aksesori, serta berbagai fasilitas lainnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, gedung ini dilengkapi 14 eskalator, dua lift penumpang, lift layanan, serta sistem pendingin udara di seluruh ruangan.
Dari sisi keamanan, Mall MSC dilengkapi sekitar 100 kamera CCTV dan sistem proteksi kebakaran yang mencakup sprinkler, detektor asap, sistem pemadam kebakaran, serta sambungan siamese untuk mendukung pasokan air dari mobil pemadam kebakaran.
Pasokan listrik berasal dari PLN dengan daya sekitar 3,1 MVA. Pengelola juga menyediakan generator set sebagai sumber listrik cadangan untuk memenuhi kebutuhan daya gedung.
Fasilitas parkirnya disebut mampu menampung sekitar 400 mobil dan 80 sepeda motor.
Cecep menambahkan, pembangunan mall tersebut mengacu pada persetujuan bangunan gedung (PBG) yang diterbitkan pada 30 Oktober 2024.
Selain menghadirkan fasilitas perbelanjaan dan rekreasi, pengoperasian Mall MSC diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sorong.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan apresiasi kepada Sonny Waplau dan Multi Modern Group atas pembangunan Mall MSC. Ia berharap kehadiran pusat perbelanjaan tersebut dapat mendukung perkembangan ekonomi dan kemajuan Tanah Papua.
“Terima kasih kepada Bapak Sonny yang punya hati untuk membangun Papua, memajukan Tanah Papua dengan membangun mall ini,” ujar Septinus.
Dalam kesempatan tersebut, Septinus menitipkan tiga pesan kepada pengelola Mall MSC.
Pertama, ia meminta agar pengelola memberikan kesempatan kerja kepada tenaga kerja lokal, termasuk masyarakat dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya, seperti Maybrat, Sorong Selatan, Raja Ampat, dan masyarakat Moi.
“Kami berharap masyarakat lokal juga mendapat kesempatan untuk bekerja di tempat ini,” pesannya.
Kedua, ia berharap keberadaan Mall MSC dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Septinus menyebut terdapat sekitar 6.600 UMKM di Kota Sorong yang diharapkan memperoleh peluang untuk berkembang melalui kehadiran pusat perbelanjaan tersebut.
Ketiga, ia meminta agar aktivitas usaha di Mall MSC turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah sehingga dapat mendukung pembangunan Kota Sorong.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengapresiasi pembangunan Mall MSC dan berharap kehadirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi termuda di Indonesia tersebut.
Elisa juga menyampaikan pesan kepada Sonny Waplau agar pengalaman membangun pusat perbelanjaan di Sorong dapat menjadi contoh bagi investor lain untuk berinvestasi di Papua Barat Daya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya siap menyambut investor yang ingin mengembangkan usaha dan menanamkan modal di wilayah tersebut.
Menurutnya, masuknya investasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Rangkaian grand opening Mall Sorong Modern City ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan cendera mata.
Dengan beroperasinya Mall MSC, Kota Sorong kini memiliki tambahan fasilitas perbelanjaan, hiburan, dan kuliner yang diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya.(***)















