SORONG, sorongraya.co – Lembaga Masyarakat Adat Papua Barat Daya menggelar Mimbar Aspirasi Santai yang menghadirkan puluhan Mahasiswa Muslim Papua. Acara yang dikemas dengan Forum Diskusi Group ini membahas tentang Program Strategi mengenai Ketahanan Swasembada Pangan Nasional.
Sekretaris LMA Papua Barat Daya, Fatra Mohammad Soltief mengatakan, Ketahanan pangan merupakan kondisi dimana terpenuhinya kebutuhan pangan bagi negara hingga perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, bergizi, merata, dan terjangkau setiap saat.
Menurutnya Konsep ini didasarkan pada empat pilar utama yang saling berkaitan, pertama yaitu Ketersediaan Pangan, Kapasitas untuk memproduksi dan menyediakan pasokan pangan yang cukup melalui hasil panen lokal maupun cadangan nasional.
Kedua kata Fatra, Akses Pangan yakni Kemampuan ekonomi maupun fisik masyarakat untuk menjangkau dan membeli makanan yang dibutuhkan. Ketiga Pemanfaatan Pangan, dimana cara tubuh memproses makanan yang dikonsumsi, yang sangat bergantung pada kualitas gizi, keamanan, dan cara pengolahannya.
“Yang ke empat adalah Stabilitas Pangan, yaitu konsistensi ketersediaan dan akses terhadap pangan setiap saat tanpa adanya ancaman fluktuasi harga atau krisis musiman,” tutur Fatra kepada sorongraya.co. Jum’at, 17 Juli 2026.
Tak hanya itu, Swasembada pangan merupakan kondisi suatu negara atau wilayah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri, dengan memproduksinya sendiri di dalam negeri sehingga tidak bergantung pada pasokan atau impor dari negara lain.
“Kedepannya kami berharap program Strategis Nasional diatas Tanah Papua dapat mensejahterakan kami orang ssli papua,” ujar Fatra.
Lebih lanjut iamenjelaskan bahwa swasembada pangan sangat penting bagi daerah, karena dengan begitu dapat menjamin ketersediaan bahan pokok secara mandiri, mengstabilkan harga dan menjamin ekonomi lokal.
Pada kesempatan itu Fatra juga mengajak seluruh masyarakat papua agar tidak terprovokasi dengan pemberitaan hoaks yang saat ini beredar di masyarakat terkait PSN.
“Kita tunggu dijalani dan awasi kegiatan tersebut. Mari kita menjadi Mitra Aktif Pemerintah Kawal Semua Kegiatan Pembangunan di atas tanah ini,” pungkasnya.
Irsyah Macap, selaku Ketua Komunitas Mahasiswa Muslim Papua Kampus IAIN Sorong meng-apresiasi langkah yang dilakukan LMA PBD dengan menggelar FGD bersama Mahasiswa Muslim Papua.
Aktivis muslim papua ini mendukung program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Selama sesuatu (porogram) yang dimasukan ke papua barat daya dan bermanfaat bagi masyarakat, maka kami sangat mendukung,” tutur Irsyah.
Acara yang digelar di Kryad Hotel, pada Jum’at 17 Juli 2026 ini berlangsung penuh makna, para peserta saling berdiskusi membahas kesiapan mahasiswa dalam mendukung program yang berpihak kepada masyarakat.













