Kontainer Pendingin tempat menaruh 17 Jenazah untuk diawetkan. [foto: junaedi/sr]
Metro

Jenazah Korban Kebakaran Double O Dipindahkan ke Ruangan Pendingin

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co – Jenazah korban terbakarnya tempat hiburan malam Double O yang sebelumnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sele Besolu telah dipindahkan ke ruangan pendingin pada Selasa malam 25 Januari 2022, sekitar pukul 22.00 WIT.

Kepala Kamar Jenazah RSUD Sele Besolu Kota Sorong, Korneles Windiai mengatakan, proses pemindahan 17 jenazah tersebut dilakukan sekitar pukul 22.00 WIT. “Sebelum dimasukkan, kita tunggu tempat pendingin ini dinyalakan lebih awal,” ujar Korneles kepada soronraya.co. Rabu, 26 Januari 2022.

Korneles menambahkan, kapasitas ruang pendingin untuk 17 jenazah ini sekitar 5.000 watt. Soal kapan dilakukannya identifikasi terhadap 17 jenazah, pihaknya belum mendapatkan informasi secara pasti.

Baca: Polisi Dalami Ruangan Terbakarnya Karyawan DO

Sedangkan keersediaan peralatan di RSUD Sele be Solu untuk melakukan identifikasi 17 jenazah tersebut belum memadai.

Hingga saat ini tim DVI Mabes Polri yang nantinya melakukan identifikasi terhadap 17 jenazah korban pembkaaran THM Double O belum tiba di kota Sorong.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, karena kondisi 17 korban ini hangus terbakar sehingga Kapolda telah berkoordinasi dengan tim DVI Mabes Polri.

Nantinya, tim DVI yang berjumlah 5 orang tersebut akan melakukan identifikasi terhadap 17 korban pembakaran THM Double O.

Diakui Kabid Humas, ada tiga korban yang merupakan pengunjung THM, sedangkan 14 korban lainnya adalah karyawan Double O, yang terdiri dari pemain band maupun vokalis.

Meski demikian, Dia mengatakan bahwa nama-nama korban yang beredar di Media Sosial adalah nama panggung (nama samaran-red) bukan nama asli. “Kita masih mencari KTP untuk mencocokan nama aslinya. Setelah itu, kita menghubungi keluarganya,” ujar Adam.

Baca juga: Muhammad Kasuba: Sudah Saatnya PKS PB Raih Kursi DPR

Adam menambahkan, kita sudah sepakat dengan Kepala Rumah Sakit Sele Besolu bahwa pos Antemortem akan ditempatkan di RSUD Sele Besolu. Mengenai berapa lama tim DVI melakukan identifikasi terhadap korban, sesuai inatruksi Kapolda 2-3 hari kedepan.

Saat ini Polda Papua Barat akan menyediakan konteiner pendingin agar kondisi 17 korban terbakar tidak semakin rusak. Karena sebagian besar korban terbakar dari luar Sorong, pengelola THM Double O tengah berupaya mencari tau nama asli dari 17 korban tersebut.

“Untuk posko keseluruhan kita tempatkan di Polres Sorong Kota, dengan nomor kontak sementara Kabid Humas Polda Papua Barat,” tambah Adam.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.