TAMBRAUW, sorongraya.co –Kondisi ruas jalan dari Kebar menuju Fef, Ibu Kota Kabupaten Tambrauw, kembali menjadi sorotan warga. Jalan yang merupakan akses utama penghubung sejumlah distrik di Tambrauw itu dinilai tidak terurus dan sangat memprihatinkan.
Maria, salah satu warga Kebar, mengungkapkan keluhannya terkait kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, hampir di setiap titik ditemukan lubang, jembatan yang rusak, genangan air, bebatuan, hingga longsor di sisi jalan. Ia menilai kondisi ini jauh dari layak sebagai jalur utama menuju ibu kota kabupaten.
“Ini seperti jalan ke hutan, bukan jalan menuju ibu kota Kabupaten Tambrauw. Ruas jalan ini adalah jalan trans yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, tetapi seolah-olah pemerintah daerah dan DPRD Tambrauw tutup mata,” ujarnya kepada sorongraya.co melalui pesan WA, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Maria juga mempertanyakan kinerja DPRD Kabupaten Tambrauw yang dinilainya tidak mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat terkait infrastruktur dasar.
“Saya heran, sebenarnya mereka paham atau tidak bahwa infrastruktur jalan ke ibu kota kabupaten itu sangat penting? Segala urusan administrasi pemerintah pasti di Fef, lalu dengan kondisi jalan seperti ini apa yang mau diharapkan? DPRD seolah hanya duduk di kursi empuk, sementara rakyat hidup menderita,” tegasnya.
Ia menambahkan, buruknya kondisi jalan tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas, tetapi juga menghambat distribusi barang kebutuhan pokok dan akses pelayanan dasar, termasuk kesehatan dan pendidikan.
“Suara perempuan Mpur untuk Tambrauw lebih baik,” tandas Maria.
Hingga berita ini diterbitkan, sorongraya.co masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.