Ketua DPD IJTI Papa Barat, Chanry Suripatty
Chanry Suripatty, Ketua IJTI Papua Barat. [foto: dok-sr]
Metro

IJTI PB: Jumpa Pers Berpotensi Sebarkan Covid-19

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty mengku jika jumpa pers secara langsung sangat berpotensi untuk menyebarkan wabah virus corona.

Menurutnya guna mencegah penyebaran virus corona dan demi kebaikan bersama, sebaiknya jangan lagi ada kegiatan jumpa pers secara tatap muka, mengingat hingga saat ini sudah ada 5 wartawan media cetak, televisi yang positif corona saat melakukan peliputan terhadap ODP corona.

Di wilayah Papua Barat, masih terjadi gelaran konferensi pers secara tatap muka. Hal itu justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan COVID-19. Sementara pemerintah mengimbau jaga jarak dan sebisa mungkin hindari kerumunan orang.

“Jika konfrensi pers secara tatap muka terus terjadi tidak hanya menambah jumlah pasien yang tertular, namun juga sangat membahayakan jiwa wartawan/jurnalis yang tengah meliput,” ujarnya.

Chanry menambahkan, seluruh stasiun televisi saat ini telah bertindak benar, dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi. Hal ini untuk memperkecil kerumunan wartawan/jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona.

Untuk itu IJTI Papua Barat mendesak semua pihak untuk meniadakan konferensi pers dalam kondisi wabah korona saat ini yang menghadirkan banyak Orang. Kami siap membantu pemerintah ataupun Satgas COVID-19 di Papua Barat hingga Kabupaten/Kota untuk mengadakan konferensi pers secara virtual,”  ungkap jurnalis MNC Grup ini.

Chanry juga mendesak, agar dapat dilakukan Rapid Test kepada jurnalis yang setiap saat melakukan peliputan. Karena jurnalis sangat riskan terpapar COVID-19, mengingat standar dan keterbatasan APD saat melakukan peliputan, apalagi Kontributor Televisi yang harus menyediakan sendiri APD,” harapnya.

Chanry pun mengecam, jika ada media atau redaksi yang memaksa jurnalis televisi meliput pemakaman korban COVID-19, agar dilaporkan ke IJTI Pusat supaya medianya ditegur.

Ketua Umum IJTI Pusat, Yadi Hendriana sudah menyampaikan, jika ada anggota IJTI dimana pun berada. Apabila ada media atau redaksi yang memaksa jurnalis meliput pemakaman korban COVID-19 langsung menghubungi dirinya. Agar media tersebut ditegur oleh IJTI,” tegas Usman

Sebagai garda terdepan, dalam kesempatan ini, Chanry menyampaikan selamat bertugas bagi seluruh jurnalis televisi di Papua Barat dan jurnalis media cetak dan online dalam meliput perkembangan penyebaran COVID-19. Tetap berdoa dan berusaha menjaga kesehatan dan keselamatan. Ingat Tuhan bersama kita,” ucapnya. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.