SORONG, sorongraya.co – General Manager PT Sorong Global Lestari, Darto Simbolon mengaku jika Bily, Jenazah yang ditemukan dalam jurang di Perkebunan Sawit bukan Karyawannya.
Sejak mendapat informasi mengenai Bily, Darto langsung berkoordinasi dengan Vendor Kebun dan menanyakan tentang Bily, namun dari keterangan yang diterimanya, Bily belum tercatat sebagai Karyawan PT Sorong Global Lestari.
“Saya langsung tanyakan tentang almarhum (Bily) ke Vendor, ternyata dia bukan anggota vendor,” tutur Darto Simbolon kepada sorongraya.co. Selasa 18 Agustus 2026.

“Dia dibawa ke kebun sudah dua hari. Belum juga lapor ke vendor. Perusahaan juga belum tau kalau dia bekerja. Pada hari kamis, dia ikut kawannya kerja di lapangan, setelah itu sampai malam tidak pulang, dari situ perusahaan dapat informasi dan ikut melakukan pencarian,” beber Darto Simbolon.
Tak hanya itu, Darto juga mengaku jika pihaknya turut berbela sungkawa atas meninggalnya Bily. Sejak ditemukannya jenazah Bily, pihak perusahaan kooperatif berkomunikasi dengan kepolisian. Bahkan Ia siap apabila DPR Kabupaten Sorong melakukan pemanggilan dan berdiskusi.
Baca: Polresta Sorong Kota Amankan Hasil Curian Kendaraan Bermotor, Pelaku Seorang Perempuan
Perlu diketahui Jenazah Bily pertama kali ditemukan oleh anggota Polsek Salawati, di jurang tepatnya dibalik potongan kayu. Peristiwa penemuan mayat itu terjadai pada Sabtu pekan lalu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan ayah kandung Bily, Stevi Sulikui, bahwa sebelumnya Bily ditawarkan untuk bekerja di perusahan Perkebunan Sawit dengan posisi Pembibitan, namun diketahui ternyata ia diposisikan di bagian Pembabatan.
Mendengar keadaan anaknya yang ditempatkan pada posisi pembabatan, Ayah Bily tak tega dan langsung menjemput anaknya untuk kembali pulang. Terlebih hondphone milik anaknya itu tak dapat dihubungi.
“Kami keluarga tidak tega anak itu diposisikan di pembabatan. Apalagi kondisi yang dengan kekeringan. Kalau mereka pergi kerja dan air minum habis, terpaksa ambil di kali. Akhirnya kami keluarga menjemputnya, tetapi setelah di cari tidak ada, selama tiga hari baru ditemukan,” tutur Ayah Bily.
Baca juga: Ketua K2SBT Papua Barat Daya Kunjungi Korban Kebakaran Pasar Bersama
Ayah Bily merasa ada kejanggalan atas kematian putranya itu. Mendengar hal itu, keluarga Bily pun shock. Pihaknya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap siapa pelaku kematian anak kesayangannya tersebut.
Kapolsek Salawati, Iptu Herianto mengaku jika sejak awal kasus kematian Bily telah ditangani oleh Polres Aimas. Pihaknya hanya melakukan pendampingan, namun hingga kini ia pun belum mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan kematian Bily.
“Sejak awal kita hanya melakukan pendampingan Pak. Sudah diserahkan ke Polres,” tutur Herianto kepada sorongraya.co.
Baca: Pekerja Sawit PT Sorong Global Lestari Ditemukan Tewas Dalam Jurang
Sementara Kasat Reskrim Polres Aimas, Iptu Erikson Sitorus saat dihubungi sorongraya.co mengaku jika belum mengetahui kasus tersebut. Hingga berita ini ditayangakan kasat reskrim belum memberikan keterangan terkait penanganan kasus kematian Bily.


















