SORONG, sorongraya.co- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara simbolis menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada 10 ahli waris. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta.
Penyerahan santunan tersebut dilakukan usai upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang berlangsung di Pantai Reklamasi, Kota Sorong, Senin (17/8/2026).
Pemprov Papua Barat Daya terus memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan telah disalurkan mencapai Rp3,9 miliar.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengatakan program perlindungan tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Papua Barat Daya. Menurutnya, santunan yang diberikan mencakup santunan kematian serta manfaat pendidikan bagi keluarga peserta.
“Kalau untuk santunan meninggal sekitar Rp42 jutaan. Sedangkan untuk pendidikan itu bervariasi, ada yang Rp200 juta, ada yang Rp100 juta,”ujar Elisa Kambu.
Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah menyalurkan sekitar Rp15 miliar kepada masyarakat melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Khusus tahun ini, dari Januari sampai dengan hari ini sudah Rp3,9 miliar yang kita salurkan,” ujarnya.
Elisa mengatakan, para penerima manfaat merupakan keluarga dari pekerja rentan telah meninggal dunia yang mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Mereka berasal dari berbagai sektor, di antaranya petani, nelayan, dan tukang ojek.
Elisa Kambu berharap cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Papua Barat Daya dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan perlindungan.
“Kita harap ke depan kalau kita punya uang cukup, semua masyarakat kita jaminkan. Kalau meninggal, keluarga tidak sibuk lagi memikirkan biaya dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Selain memperluas cakupan perlindungan, Elisa menyebut Papua Barat Daya telah mencatatkan capaian positif dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, Papua Barat Daya berhasil menjadi provinsi dengan capaian terbaik di Indonesia selama dua tahun berturut-turut.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sorong, Iguh Bimantoroyudo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas komitmen dan keberlanjutan program perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja keagamaan.
Menurutnya, komitmen tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan klaim bagi pekerja rentan di Papua Barat Daya sebesar Rp3,9 miliar.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas komitmen dan keberlanjutan perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja keagamaan,”tegas Iguh.
Iguh menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sorong akan terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan serta manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan secara optimal.
“BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya senantiasa berkomitmen mewujudkan perlindungan yang semakin luas dan nyata bagi seluruh pekerja,”turupnya.
Berikut 10 nama peserta yang telah meninggal dunia, dengan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan kepada ahli waris:
1. Alm. Supeni
2. Alm. Muhammad Irfan Taha
3. Alm. Melkianus Way
4. Alm. Martinus Homer
5. Alm. Almenius Mambraku
6. Alm. Maria Dorowe
7. Alm. Naomi Saday
8. Alm. Saul Buiney
9. Alm. Petrosina Agerae
10. Alm. Nelce Meroa


















