SORONG, sorongraya.co- Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat Kilometer 10, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, diduga keracunan usai memakan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).
SMP Muhammadiyah Al-Amin merupakan salah satu dari 10 sekolah yang mendapat layanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaimsimsa Klabalu yang beralamat Kilometer 8, Kota Sorong.
Sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, pusing, muntah, hingga buang air besar setelah makanan MBG.
Salah satu siswa kelas 8E, Fedriana, mengatakan dirinya mulai merasakan sakit perut setelah memakan makanan yang disediakan melalui program MBG.
“Saya merasakan sakitnya itu kemarin setelah pulang sekolah. Lauknya ada ayam, tempe dan sayur toge. Tapi sekarang sudah agak mendingan,”ujarnya.
Pantauan sorongraya.co di lokasi, dua mobil ambulans membawa sejumlah siswa ke Rumah Sakit Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara siswa lainnya mendapat penanganan dari tim medis di sekolah dan diberikan obat.
Salah satu guru, Hasna, mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa disebabkan oleh makanan MBG.
“Keluhan murid buang-buang air besar dan ada dua siswa yang pusing. Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu penyebabnya karena MBG,” jelasnya.
Menurut Hasna, pihak sekolah menyerahkan penanganan para siswa kepada tenaga kesehatan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WIT.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sorong, Rudy Laku, mendatangi Rumah Sakit Sele Be Solu untuk melihat langsung kondisi para siswa yang menjalani perawatan.
Rudy mengatakan pihaknya menerima laporan dari sekolah dan Dinas Kesehatan terkait sejumlah siswa yang mengalami gejala muntah dan buang air besar secara terus-menerus.
“Jadi tadi siang kami mendapat laporan dari sekolah SMP Muhammadiyah dan juga dari Dinas Kesehatan terkait dengan sejumlah siswa yang mengalami gejala muntah dan buang air besar secara terus-menerus,”kata Rudy.
Setelah menerima laporan tersebut, Satgas MBG bersama bidang kesehatan langsung turun ke lapangan untuk melakukan observasi.
“Dari hasil observasi, didapati sekitar 26 orang yang mengalami gejala. Setelah dilakukan observasi lanjutan, ada delapan orang yang gejalanya agak berat sehingga dikirim ke Rumah Sakit Sele Be Solu. Sisanya ditangani di sekolah, diberikan obat, kemudian bisa pulang,”jelasnya.
Selain siswa, Rudy menyebut terdapat lima guru yang juga mengalami gejala serupa. Namun, kelima guru tersebut telah mendapatkan penanganan di sekolah dan sudah pulang.
Setelah melakukan penanganan di sekolah, Satgas MBG kemudian melakukan peninjauan ke SPPG Malaimsimsa Klabalu. Peninjauan dilakukan untuk melihat peralatan yang digunakan, proses dan standar operasional prosedur (SOP), serta melakukan wawancara dengan penanggung jawab SPPG dan ahli gizi.
Rudy menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, SPPG Malaimsimsa Klabalu melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat di 10 sekolah.
“Dari 10 sekolah yang dilayani, sembilan sekolah tidak mengalami masalah. Hanya satu sekolah, yaitu SMP Muhammadiyah, yang melaporkan adanya kejadian seperti ini,”tutup Rudy.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru masih dalam penanganan serta pendalaman pihak terkait.

















