MetroPendidikan & KesehatanTanah Papua

IAIN Sorong Lahirkan Status Baru Bagi 162 Wisudawan, 44 Lulus Tanpa Skripsi

×

IAIN Sorong Lahirkan Status Baru Bagi 162 Wisudawan, 44 Lulus Tanpa Skripsi

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong gelar Institut Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XX dan wisuda Pascasarjana angkatan IX Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.

Gegiatan tersebut mewisudakan sebanyak 162 mahasiswa yang akan menyandang status baru gelar Akademik sebagai sarjana (S1) dan lulusan pascasarjana (S2).

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan di IAIN Sorong. Kamis (20/8/2026).

Rektor IAIN Sorong, Iribaram dalam sambutannya mengatakan bahwa Jumlah lulusan 2026 Fakultas Tarbiyah sebanyak 72 orang, Fakultas Syariah dan Dakwah sebanyak 74 orang, dan pascasarjana sebanyak 18 orang.

“Pascasarjana terdiri dari dua program studi, yaitu strata dua dan strata tiganya, yang sekarang dalam proses walaupun saat ini belum ada wisudanya. Tetapi masih dalam proses untuk melahirkan para ilmuwan dari tanah Papua,” ujarnya.

Rektor mengungkapkan bahwa di antara seluruh lulusan IAIN Sorong, terdapat beberapa jalur penyelesaian studi tanpa skripsi.

“31 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah lulus melalui jalur non-skripsi, yaitu dengan penulisan dan publikasi karya ilmiah pada jurnal. Sementara dari Fakultas Dakwah terdapat 13 mahasiswa yang menyelesaikan studi melalui jalur yang, sama. Total terdapat 44 lulusan IAIN Sorong yang menyelesaikan studi tanpa skripsi, yaitu melalui publikasi hasil riset di jurnal bereputasi,”tegasnya.

Dalam waktu dekat, Rektor beberkan akan membuka dua program yaitu program studi sosiologi agama dan program studi psikologi agama.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan kita buka dua program tersebut untuk mendahului program-program yang lain yang sedang diusahakan untuk kita buka,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda bukan sekadar prosesi akademik semata, melaikan penanda bahwa para lulusan mendapatkan tambahan beban dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Dengan gelar yang baru saja diterima, baik sebagai sarjana maupun pascasarjana, sejatinya ini bukanlah akhir dari proses pendidikan yang telah saudara-saudari jalani selama empat tahun maupun dua tahun. Sebaliknya, ini merupakan awal untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.