Tim Rekonsiliasi menggelar pertemuan dengan DPRD Maybrat untuk membahas persoalan letak kedudukan ibu kota maybrat
Tim Rekonsiliasi menggelar pertemuan dengan DPRD Maybrat untuk membahas persoalan letak kedudukan ibu kota Maybrat
Tanah Papua

Tim Rekonsiliasi dan DPRD Bahas Persoalan Maybrat

Bagikan ini:
  • 64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    64
    Shares

SORONG, sorongraya.co –  Guna mencari solusi terkait persoalan Kabupaten Maybrat yang sampai saat ini masih menjadi polemik. Tim Rekonsiliasi melakukan pertemuan dengan jajaran DPRD Kabupaten Maybrat di Meeting Room Vega Hotel pada Kamis malam, 04 April 2018.

Pertemuan kali kedua ini menyusul pertemuan yang dilaksanakan bersama masyarakat serta para tokoh adat untuk mencari solusi tentang polemik letak ibukota maybrat yang telah berlangsung lama. Hasil pertemuan bersama DPRD nantinya akan disampaikan kepada masyarakat Maybrat pekan depan.

Tokoh Intelektual Maybrat, Profesor Baltasar Kambuaya, M.BA mengaku jika pihaknya diberikan waktu selama satu bulan oleh Kementrian Dalam Negeri untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ditargetkan pada 27 Mei mendatang Tim Rekonsiliasi harus bisa satukan persepsi masyarakat sebelum batas waktu yang diberikan.

Tim Rekonsiliasi menggelar pertemuan dengan DPRD Maybrat untuk membahas persoalan letak kedudukan ibu kota Maybrat
Tim Rekonsiliasi menggelar pertemuan dengan DPRD Maybrat untuk membahas persoalan letak kedudukan ibu kota Maybrat

“Hasil rapat Tim Rekonsilasi sebelum dan sesudah akan disampaikan kepada masyarakat pekan depan di Maybrat, bagaimana menyatukan pikiran dan pendapat untuk letak ibukota dan hasilnya akan dihimpun dan dilaporkan ke Gubernur dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai pengambil keputusan,” tutur Baltasar saat diwawancarai wartawan.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa bahwa pertemuan yang digelar ini berdasarkan undangan dari tim rekonsiliasi kepada DPRD sebelum dilakukannya pertemuan bersama pemangku kepentingan di maybrat pekan depan.

“Puji Tuhan, Rapat yang melewati diskusi mendalam untuk maybrat satu dan damai ini membuahkan hasil yang positif dan hasil rapat ini akan dibawa ke maybrat dan akan disampaikan kepada masyarakat sebelum dilaporkan ke pusat tanggal 27 nanti,” katanya.

Terjadinya polemik penempatan ibukota maybrat selama beberapa tahun terakhir menurut Nando seharusnya sudah selesai dan tidak berkepanjangan agar pemerintahan bisa berjalan baik serta dapat membangun maybrat yang lebih maju dan sejahtera.

“Persoalan maybrat selesai tanggal 26 titik, apapun keputusan Kemendagri yaitulah keputusan, intinya rakyat Maybrat mau hidup damai tanpa konflik, itu sebabnya rapat ini digelar akan menyatukan persepsi masyarakat sebelum turunnya keputusan dari pusat,”ungkapnya

Dalam rapat itu dihadiri Ketua Tim Rekonsiliasi Drs. Otto Ihlauw, M.A. Prof. Baltasar Kambuaya,M.BA selaku Intelektual Kabupaten Maybrat. DR. Martinus Solossa, M.Si. Pdt. Herman Saud, M.Th dan seganap jajaran DPRD Kabupaten Maybrat. [dwi]


Bagikan ini:
  • 64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    64
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.