Kondisi Terminal Kedatangan Penumpang Bandara Rendani Manokwari Saat tiga Pesawat sekali Lending di Bandara Rendani, Penumpang Berdesak-desakan, Kamis (18/10/2018)
Kondisi Terminal Kedatangan Penumpang Bandara Rendani Manokwari Saat tiga Pesawat sekali Lending di Bandara Rendani, Penumpang Berdesak-desakan, Kamis (18/10/2018)
Tanah Papua

Terminal Rendani Sempit, Ini Penegasan Anggota DPR-PB

Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

MANOKWARI,sorongraya.co– Kondisi ruangan kedatangan Bandara Rendani Manokwari disaat tiga penerbangan sekali masuk sangat memprihatinkan, pasalnya hampir tidak ada cela untuk penumpang jalan.

Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Perhubungan agar bisa melihat secara riil, karena kelihatan fasilitas transportasi udara ini sangat tidak memadai lagi sehingga perlu pengembangan dan penambahan konveor bagasi atau tempat pengambilan bagasi  (Baggage Claim) minimal mungkin bisa di tambah satu atau dua lagi.

Menurut Anggota komisi C DPR Papua Barat, M.Sanusi Rahaningmas,S.Sos., M.M., S.Ip mengatakan, mengingat sangat bertambahnya masyarakat yang berdatangan maupun  berpergian dari ibu kota Provinsi Papua Barat, sudah barang tentu dari tahun ke tahun bertambah.

“Sehingga sudah selayaknya ada pengembangan dan perluasan sarana Fasilitas Bandara termasuk parkiran kendaraan baik kendaraan khusus angkutan bandara maupun kendaraan para pengantar dan penjemputan penumpang” Kata Sanusi Rahaningmas yang juga calon anggota DPD-RI periode 2019-2024 Dapil Papua Barat dengan slogan Batik Merah kepada wartawan di Manokwari, Kamis 18 Oktober 2018 pagi.

M.Sanusi Rahaningmas yang keseharianya sebagai Wakil Rakyat di DPR Papua Barat menandaskan perlu ada rapat kordinasi antara Pemprov Papua Barat dengan Pemda Kabupaten Manokwari serta komisi terkait DPR PB, DPRD Kabupaten dan OPD Perhubungan.

“Tujuannya untk sama-sama bisa melihat kondisi tersebut kemudian bisa berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan, karna ini juga menyangkut keberadaan sebuah Provinsi dan bandara ibarat wajah yang sangat dinilai orang dari luar yang masuk maupun transit di bandara Rendani manokwari” tandas anggota Komisi C yang bermitra dengan Insfrastruktur.

Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Papua Barat ini mengatakan, tidak ada kata lain selain penambahan atau pelebaran terminal penumpang Bandara Rendani Manokwari yang merupakan ibukota Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari itu sendiri.[***]


Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.