Sekolah Anak Indonesia dari Yayasan Alirena Bogor saat melakukan Monitoring dan Evaluasi Guru di Kabupaten Tambrauw. (foto: Trisna)
Metro

Yayasan Alirena Monitoring dan Evaluasi Guru di Tambrauw

Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

SAUSAPOR, sorongraya.co- Upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Daerah, Sekolah Anak Indonesia dari Yayasan Alirena Bogor melakukan monitoring dan evaluasi 14 guru di SD YPK Imanuel Kabupaten Tambrauw.

Client Development Yayasan Alirena, Marudut Situmorang mengatakan adapun maksud dan tujuan dilakukannya monitoring dan evaluasi ini guna menerapkan metode belajar Anak Pelaku Pembelajaran (APeL)  melalui guru untuk membantu anak-anak belajar secara kontekstual dan dengan cepat mengejar ketertinggalan mereka melalui dua metode yaitu Ilmiah (Scientific Method) dan Tidak Teknologi (Engineering Design).

“yang mana proses pendidikan untuk guru agar dapat membentuk anak daerah menjadi pemimpin global yang kreatif dan inovatif, kritis konstruktif dan mampu memecahkan masalah, berkarakter pemimpin, berani melakukan yang benar, berani mengambil resiko, siap melayani orang lain, menghargai perbedaan dan disiplin waktu dan gaya hidup,” ujarnya kepada sorongraya.co Rabu, 17 Oktober 2018.

Ia menambahkan, Guru yang dirasa belum memahami metode-metode dasar tersebut akan dikirim untuk mengikuti pelatihan salah satunya guru dari SD YPK Immanuel Werur. Selanjutnya pihaknya akan melihat apakah proses pelatihan yang didapat akan diterapkan kepada anak didik atau tidak. Karena yang terjadi habis pelatihan guru jarang aktif ke sekolah.

“kami akan kontrol terus sampai kita pastikan mereka mandiri dan siap. Untuk tahap awal guru akan dilatih mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,” tuturnya.

Ia menambahkan, SAI dari Yayasan Alirena ini sudah lima tahun bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tambrauw, yang mana untuk mendidik anak-anak dan akan dikirim ke Bogor untuk belajar

“Disana (Bogor) ada Asrama mulai dari kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA untuk daerah. SAI juga menyelenggarakan pendidikan non asrama untuk anak didik dari daerah sekitar sekolah mulai tingkat SD kelas 1,” pungkasnya. [tri]


Bagikan ini:
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.