Penanaman 55 bibit pohon pinang dan ketapang kencana di sepanjang median jalan kawasan wisata mangrove Malibela Kota Sorong.
Tanah Papua

Peringati HLH Sedunia, PWI Sorong Raya Kolaborasi Bersama Sejumlah Stakeholder Tanam 50 Bibit Pohon

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tanggal 5 Juni 2022 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya berkolaborasi dengan Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong, Yayasan EcoNusa, Yayasan Konservasi Indonesia, SIEJ Simpul Sorong, BBKSDA Provinsi Papua Barat dan BPBD Kota Sorong melakukan penanaman 55 bibit pohon pinang dan ketapang kencana di sepanjang median jalan kawasan wisata Mangrove Malibela Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, 07 Juni 2022.

Ketua PWI Sorong Raya, Wahyudi menyampaikan, dirinya terinspirasi dari cerita yang disampaikan Markus Bey, tokoh lingkungan yang kaya akan prngalaman dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Pria yang beberapa kali mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden ini berbagi pengalaman menjaga lingkungan.

Terinspirasi dari inisiator penanaman mangrove yang kemudian membuat spesies bekantan kembali ke habitatnya di Balikpapan.

Makanya, tahun ini PWI Sorong Raya mencoba membuka diri bersama PPLH Kota Sorong dan stakeholder lainnya untuk kedepannya bersama-sama berupaya menjaga agar hutan mangrove kita tetap lestari dan dapat dinikmati anak cucu kita di masa mendatang.

Sementara Kepala PPLH, Julian Kelly Kambu menyampaikan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Satu Bumi untuk Masa Depan “Only One Earth” perlu di jaga agar ketersrdiaan oksigen tetap terjaga terutama di kawasan hutan mangrove.

Bisnis penting tetapi mari kita sempatkan diri menjaga lingkungan, jika tidak, tunggu saja lingkungan yang ada pasti banjir dan hal itu tidak bisa kita hentikan, jika kebiasaan buruk masyarakat tidak kita hentikan. Selain banjir, bumi kita juga tetap panas dengan dikarenakan perilaku masyarakat yang tak dapat menjaga lingkungan.

” Tahun 2018 lalu Kota Sorong dinilai sebagai kota kotor, makanya kita berupaya untuk memciptakan kota ini bersih. Kotor di cerca, tapi kalau bersih tidak di puji,” kata Kelu.

Menjaga lingkungan tetap bersih menjadi tanggung jawab semua pihak. Sebagai bagian dari Pemkot Sorong, kami akan bangkitkan kembali program Jumat Bersih dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di kota Sorong,” tambahnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.