Ekonomi & Bisnis

Antrean Bensin Di SPBU Kilometer 9 Mulai Normal

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co- Walaupun antrean kendaraan roda empat dan roda dua yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Km 9 saat ini tidak separah sebelumnya. Kondisi berbeda dialami pedagang bensin atau pertalite eceran yang ada di sejumlah tempat tidak berdagang.

Pasalnya, beberapa hari ke belakang terjadi antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM sehingga menyebabkan pedagang bensin atau pertalite eceran yang setiap harinya bergantung pada SPBU Km 9 tak bisa membeli bensin atau pertalite.

Menurut Salah satu pedagang bensin eceran Esau Yoteni, kelangkaan bensin tidak ada, apalagi yang menimbun bensin.

Menurut Esau, itu dikarenakan adanya informasi viral yang terjadi di Jalan Osok Aimas, yakni fenomena negeri di atas awan sehingga pengendara mengantre bensin untuk kesana. Daripada beli ecer mending antrie di SPBU.

Esau mengaku bahwa jumlah kendaraan yang ada tidak sepadan dengan jumlah SPBU yang ada di Kota Sorong.

Karennaya dia berharap, pihak pertamina menambah lagi jumlah SPBU baru sehingga antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM bisa teratasi.

Sementara SBM Rayon 1 Pertamina, I Made Adi Sanjaya mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan BBM dua kali lipat demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

” Jika memang masih belum ada perubahan berarti ada penimbun BBM,” ujarnya.

Kami sudah melaporkan hal ini ke Polres Sorong dan Polres Sotong Kota agar menindak tegas pelaku penimbun BBM dan menyita semua alat bantu melakukan penimbunan BBM.

” BBM yang telah di sita agar dikembalikan ke pertamina dan disalurkan kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, salah satu pengendara motor, Bhonto Adnan Wali meminta mengatakan, satu minggu sebelumnya fenomen antrean kendaraan bermotor yang hendak mengisi BBM di SPBU di Kota maupun Kabupaten Sorong terjadi.

Dengan adanya antrean tersebut turut menyulitkan warga untuk mengisi BBM. Selain itu, memicu naiknya harga BBM jenis pertalite di kalangan pedagang eceran.

” Yang tadinya harga pertalite satu botor harga Rp 10.000 menjadi Rp 15.000, sedangkan yang Rp 15.000 naik menjadi Rp 20.000,” kata Bhonto.

Bhonto mengungkapkan, sempat menimbulkan pertanyaan, ada apa sebenarnya. Sejauh inikan pihak pertamina belum terlalu intens menyampaikan pengumuman atau merilis pemberitaan terkait kondisi yang terjadi.

” Ya sebagai warga wajar jika bertanya, Sorong inikan katanya Kota Minyak, tapi malah masyarakat kesulitan mengisi BBM di SPBU,” ujar Bhonto.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.