Metro Tanah Papua

Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya Harus Terus Dikawal

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Tujuan pembangunan Provinsi Papua Barat Daya yang mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 harus terus dikawal guna mewujudkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan.

” Keanekaragaman hayati, mau tidak mau, suka atau tidak suka, semua kebijakan yang diambil oleh OPD teknis harus mengacu kepada Inpres itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu saat menyampaikan sambutan mewakili Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad, Selasa, 23 Mei 2023.

Lebih lanjut Kelly Kambu mengatakan, kegiatan bertajuk Diseminasi Hasil Identifikasi Kawasan dengan Nilai Keanekaragaman Hayati Tinggi Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya ini disambut baik oleh pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

” Kebijakan terkait kawasan-kawasan yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Sebagai provinsi baru kami tentu berharap bahwa kebijakan hari ini dapat menjadi awal yang kuat agar kita dapat bekerja bersama-sama untuk meningkatkan pembangunan yang mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kelly Kambu menekankan, dalam proses identifikasi, luasan bentang darat yang diteliti yaitu seluas 3.838.115 hektar yang termasuk ke dalam wilayah administrasi Papua Barat, dan 1.407.786 hektar di Papua Barat Daya.

” Analisis dilakukan dengan mencakup tutupan lahan, elevasi, struktur batuan (litologi), tumbuhan, vertebrata, ketersediaan air dan cendrawasih sebagai fauna ikonik tanah Papua,” ungkapnya.

Dikatakan Kelly Kambu, secara garis besar, penelitian kawasan Kehati tinggi yang dimaksud mengidentifikasi wilayah Kaimana, Tambrauw dan Teluk Bintuni sebagai tiga wilayah dengan jumlah tipe ekosistem terbanyak, yaitu 50 persen dari total 127 tipe ekosistem.

” Dari lebih 1.200 jenis tumbuhan yang ada, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Manokwari, Teluk Bintuni dan Pegunungan Arfak memiliki jenis tumbuhan terbanyak. Selanjutnya, Kaimana, Teluk Bintuni, Manokwari, Tambrauw, dan Manokwari Selatan tercatat sebagai areal-areal dengan spesies vertebrata terbanyak, yaitu mencapai lebih dari 500 jenis,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Sahul Papua Program Director Konservasi Indonesia, Meity Mongdong menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menemukan Papua Barat dan Papua Barat Daya memiliki ekosistem keanekaragaman hayati yang tinggi, kaya dan sehat.

” Temuan pemerintah secara nasional dengan metodologinya tidak meng-cover sedemikian detail. Kami melihat Papua Barat dan Papua Barat Daya ini sangat unik dan merupakan hotspot dari keanekaragaman hayati. Sehingga kami melanjutkan survei yang lebih detail lagi untuk mengetahui seperti apa keanekaragaman hayati yang ada di sini,” kata Meity.

Tujuan dari eksplorasi menguak keanekaragaman hayati di Papua Barat dan Papua Barat Daya ini untuk memberikan informasi yang lebih lengkap sehingga keanekaragaman hayati menjadi arah pengembangan pembangunan di Papua Barat Daya.

” Kami sangat berharap arah pembangunan, strategi, dan rencana dibuat berdasarkan semua keunikan dan kekayaan ini,” tutupnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.