Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP
Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP
Tanah Papua

Pembangunan Papua Belum Berbasis Masyarakat Adat

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co– Pembangunan di Tanah Papua selam ini dinilai belum berbasis dan menyentuh masyarakat adat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP kepada wartawan di Kota Sorong, Selasa 19 Juni 2018.

Menurut Mananwir Paul Mayor, kinerja Pemerintah Pusat, Papua dan Papua Barat masih keliru dalam membangun papua selama ini. Pasalnya, berjalannya program otonomi khusus selama ini menunjukan pemerintah belum serius membangun dua provinsi di Tanah Papua ini.

Sebab, pembangun di Tanah Papua harus berbasis 7 wilayah adat karena yang punya rumah besar adat adalah Dewan Adat Papua (DAP) bukan lembaga ecek-ecekan yang lain.

“Jadi sampai hari ini ada yang jalan mengatasnamakan masyarakat adat, saya pikir mereka keliru, karena pembangunan daerah dimana pun, keberhasilan dilihat dari tingkat indeks pembangunan manusia asli atau pribumi” tegas Mananwir muda ini.

Tetapi fakta yang terjadi di bumi cenderawasih ini orang asli papua masih berada di balik ruko-ruko mewah, beralaskan Koran dan karung bekas.

Ini merupakan catatan khusus bagi pemerintah pusat dan daerah yang harus berkomunikasi dengan dewan adat, “Proyek saja sudah jelas untuk orang asli papua (OAP), kelembagaan atau organisasi papua juga sudah ada seperti KAPP,tetapi proyek masih saja dikasih untuk orang non papua” ungkap Mananwir Paul.

Mantan aktivis GMNI ini menegaskan, proyek yang sudah disiapkan untuk pengusaha OAP, tinggal diberdayakan kalau belum maksimal maka diarahkan, “Jadi saya kira pemerintah masih keliru dalam membangun Papua, karena membangun Papua itu dengan kejujuran hati, kalau bukan dengan hati maka hati-hati” ujar Mananwir.(ken)


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.