Pameran Komuditas unggulan Papua Barat yaitu, Pala, Kakao, Kopi dan Kelapa Sawit Pada Pameran HUT Perkebunan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/12/2018)
Pameran Komuditas unggulan Papua Barat yaitu, Pala, Kakao, Kopi dan Kelapa Sawit Pada Pameran HUT Perkebunan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/12/2018)
Tanah Papua

Pameran HUT Perkebunan ke-61, Papua Barat Promosi Produk Olahan Lokal

Bagikan ini:
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    24
    Shares

MANOKWARI,sorongraya.co– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perkebunan ke-61, Provinsi Papua Barat mempromosikan produk-produk olahan lokal pada Pameran yang berlangsung di Gedung Sate. Bandung, Jawa Barat

Provinsi Papua Barat mendelegasikan 30 orang yang terdiri dari Kabupaten Mansel,  Fak-fak, ManokwarI serta dinas tanaman pangan holtikultura dan perkebunan Setda Papua Barat untuk ikut berpartisipasi dalam acara HUT perkebunan ke 61, dengan bertemakan “Sinergi dan akselerasi kejayaan perkebunan”.yang sudah berlangsung sejak tanggal 6 hingga 10 Desember 2018

Kepala dinas tanaman pangan holtikultura dan perkebunan Provinsi Papua Barat, Jacob Fonataba mengatakan, ajang ini juga merupakan kesempatan bagi papua barat mengenalkan potensi-potensi dari seluruh wilayahnya khususnya potensi perkebunan seperti Pala dari Kabupaten Fak-fak

Kemudian kakao dari beberapa daerah seperti Kabupaten Mansel, Manokwari. Selain itu potensi kelapa sawit dan kopi juga menjadi komoditi unggulan yang di promosikan Papua Barat disana.

“tanggal 10 Desember 2018 pada puncak peringatan akan di isi dengan pemberian penghargaan kepada pimpinan daerah yang ikut mendukung kegiatan perkebunan diwilayahnya jadi gubernur papua barat akan mendapat penghargaan dari kementerian pertanian sebagai gubernur yang peduli terhadap pembangunan perkebunan untuk kesejahteraan rakyatnya” ucapnya

Kemudian pada kesempatan tersebut juga akan ada dilakukan penandatanganan MoU antara Gubernur dan Kementerian Pertanian dalam rangka pemberdayaan masyarakat pala di Fak-fak dan Kaimana.

Sememntara itu berdasarkan minat masyarakat yang berkunjung kebanyakan setelah melihat potensi dan pengolahan hasil seperti pala yang sudah dirubah menjadi minyak tiri, ada minuman moskada,  dan juga ada kopi yang sdh diolah sangat antusias, bahkan ada pengunjung yang menyukai rasa kopi dari pegunungan arfak dan membawa pulang, karena cita rasanya jauh lebih enak dibandingkan kopi yg ada dibeberapa stan yg juga ikut berpatisipasi.

“Pemerintah provinsi papua barat melalui dinas tanaman pangan,holtikultura dan perkebunan provinsi papua barat berharap adanya event seperti ini menjadi peluang bagi papua barat untuk menunjukkan potensi yg dulunya kita berjaya dalam bidang perkebunan, akan dikembangkan kembali” ujarnya.

Sedangkan tujuan penandatangan MoU itu untuk pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pengelolaan komoditi pala. “ pemerintah akan berupaya mendukung dari berbagai insfrastuktur termasuk sampai keprosesi hasil dan bagaimana komoditas ini mendapatkan pasar diluar, dan untuk dapat export keluar, terutama Fak-fak yang sudah berproduksi” jelasnya.[***]


Bagikan ini:
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    24
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.