MANOKWARI,sorongraya.co– Tokoh Pemuda Papua Barat, Marinus Bonepay menegaskan, jika ingin program otonomi khusus ini berhasil di tanah Papua maka harusnya kedua pemerintah daerah ini banyak belajar dari Provinsi Aceh.
” Kita ini tinggal tutup mata otsus sudah habis. Jadi meski mungkin sudah di unjung waktu, tidak ada salahnya kita terus mencoba mencari formulasi evaluasi kebijakan mengguanakan otsus ini dengan bijak. Masa aceh sana berhasil dan kompak, kita di Papua ini selalu gagal??,” Kata Bonepay dengan nada tanya.
Dimana menurutnya, Bab IX tentang keuangan khususnya Pasal 33 dan 34, maka Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat harus lebih jeli dan efisien memikirkan rumusan poin evaluasi yang seyogyanya diharapkan mampu merangsang penuntasan 4 poin target dari amanah Otsus itu.
” Setahu saya ada empat poin. Yakni program Pendidikan, kesehatan, Kesejahteraan pemberdayaan OAP, dan Infrastruktur. 4 hal ini haruslah di bahas titik kekurangannya sebagai evaluasi dan hasil implementasi sejauh mana otsus itu dirasakan masyarakat,”Ujar Marinus Bonepay, di ruang kerjanya, Sabtu 2 Juni 2018
Lebih lanjut Bonepay menjelaskan, pasal 34 ayat (3) poin c-6 UU Otsus disebutkan bahwa dana tambahan dalam rangka pelaksanaan otsus Papua akan berlangsung selama 20 tahun. Dan sekarang sudah 17 tahun.
Sehingga estimasi Kurang 3 atau 4 tahun lagi, berakhirnya pemberian dana otsus, semua pemangku kebijakan lembaga pemerintahan baik eksekutif dan legislatif haruslah seirama berjalan mengimplementasikan amamah dan roh otsus.
“Tahun 2022 kalau undang-undangnya tidak dirubah maka perlakuan khusus soal dana otsus itu tidak berlaku lagi, dan itu yang disebut otsus berakhir. Sehingga dalam waktu yang tersisa ini, mari kita jangan lengah dalam mengimplementasikan kebijakan otsus membangun dan mensejahterakan masyarakat di kota dan kabupaten di tanah papua,”Tukasnya.(ken)