Fopera minta agar BP3OKP berkantor di Provinsi Papua Barat Daya.
Tanah Papua

Fopera Minta BP3OKP Harus Berkantor di Papua Barat Daya

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Dalam rangka percepatan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya sebagaimana yang disyaratkan di dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) harus berkantor di Papua Barat Daya.

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Diperas) Papua Barat Daya Yanto Amus Ijie, Selasa, 11 Juli 2023.

Yanto mengatakan, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Barat Daya harus berkantor di Papua Barag Daya sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

” Pengalaman 20 tahun lalu masih banyak Orang Asli Papua (OAP) yang menilai bahwa Otonomi Khusus (Otsus) tidak berhasil,” ujarnya saat ditemui di sekretariat Fopera semalam.

Fopera mendesak agar koordinator BP3OKP Papua Barat Daya segera membentuk perangkat dalam rangka mendukung pelaksanaan Otsus di Provinsi Papua Barat Daya.

” Jangan melulu terfokus di Jakarta saja, harus lebih sering berada di Papua Barat Daya. Jangan nanti ada kunjungan Presiden, Wapres maupun Menteri baru berada di Papua Barat Daya, ” tegas Yanto.

Bahkan dirinya meminta agar cara-cara lama yang kerap dipraktikkan dalam rangka pelaksanaan Otsus jangan lagi dipergunakan saat ini.

” Jangan terjadi di Otonomi Khusus jilid dua atau yang sekarang ini,” ucapnya.

” Jika kantor BP3OKP berada di Papua Barat Daya otomatis membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya terkait dengan pelaksanaan Otsus yang dirasa kurang menyentuh masyarakat,” tambahnya.

Yanto mengaku bahwa kita semua harus mrngawal dan mengawasi jalannya Otsus jilid dua ini. Nantinya, di tahun 2041 tidak boleh lagi ada OAP yang mengatakan Otsus tidak berhasil.

” Negara ini sudah memberikan kita kewenangan yang luas, anggaran yang besar untuk mengurus dan mengatur diri kita sendiri di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Alumni USTJ Jayapura itu menilai dengan hadirnya pemerintah, OAP memberikan penilaian baik terhadap negara.

” Saya berharap, pemimpun-pemimpin kita yang asli Papua harus konsisten melasanakna otonomi khusus,” ujarnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.