Rapat Paripurna II DPRD Kota Sorong dengan agenda tunggal pembentukan Pansus Pemilu 2024.
Metro Politik

Pimpin Pansus, Augeste Sagrim akan Panggil Penyelenggara Pemilu 2024

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Sorong Augeste Sagrim ditunjuk memimpin Panitia Khusus (Pansus) Pemelihan Umum (Pemilu) 2024.

Penunjukkan Augeste Sagrim dilakukan di sela-sela Rapat Paripurna II Tahun 2024 DPRD Kota Sorong dengan agenda tunggal yakni pembentukan Pansus Pemilu 2024, Kamis, 28 Maret 2024.

Rapat Paripurna II Tahun 2024 yang dipimpin Elisabeth Nauw, dan dihadiri 17 anggota DPRD Kota Sorong tersebut memutuskan dan menyetujui Augeste Sagrim sebagai Ketua Pansus Pemilu 2024.

Ketua Pansus Pemilu DPRD Kota Sorong, Augeste Sagrim menyebut, pembentukan pansus pemilu 2024 lahir karena adanya klaim bahwa pemilu tahun 2024 adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah demokrasi Indonesia.

Politisi NasDem itu mengaku ada beberapa catatan penting, salah satunya adanya pergeseran pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak sesuai domisilinya.

Ia pun mencontohkan, satu keluarga bisa berbeda TPS untuk memilih, bahkan ada yang sampai beda Daerah Pemilihan (Dapil). Hal ini kemudian yang membuat partisipasi pemilih menjadi menurun.

Selain itu, lanjut Gusti, terjadi banyak kecurangan dalam pelaksanaan pemilu tahun 2024.

” IItulah yang mendorong, teman-teman di fraksi mendesak pimpinan dewan untuk membentuk pansus,” ujarnya.

Gusti mengingatkan, wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Sorong berkeinginan agar bentuk intervensi dan keterlibatan penyelenggara dalam pemilu presiden, DPR RI, DPD RI, DPR Provinsi dan DPR Kota tidak lagi terulang. Sebab November 2024 mendatang kita akan menghadapi Pemilukada.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak terjadi penyelewengan yang dilakukan penyelenggara pemilu. Karenanya dewan akan memberi rekomendasi proses pidana ataukah etik.

” Pansus ini nantinya akan memanggil Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemungutan Distrik (PPD) hingga Komisioner KPU Kota Sorong,” ujarnya.

Bahkan Gusti memastikan jika pihaknya akan melakukan pengecekan sedetail mungkin terkait dugaan penggelembungan suara.

” Siapapun yang terlibat mencederai proses demokrasi, harus bisa bertanggung jawab,” tegasnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.