SORONG, sorongraya.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Somosir Sumatera Utara untuk cegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak dini.
Demikian penjelasan Yohana melalui press release yang diterima sorongraya.co usai pembukaan Konsultasi Nasional Pimpinan Kristen dan Seminar memperingati Hari Paskah Nasional Jumat 27 April 2018.
Banyak faktor yang memicu penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, antara lain, kesiapan calon pengantin sebelum memutuskan berumah tangga, faktor lingkungan keluarga sosial dan budaya.
“KDRT juga merupakan sebuah siklus, yang didalamnya terjadi kekerasan dan besar kemungkinan anak-anaknya berpotensi meniru hal yang sama di kemudian hari ketika memiliki keluarga sendiri,”ujarnya.
Menurut Yohana, perlunya upaya preventif yang harus dilakukan untuk menghapus segala bentuk kekerasan termasuk dalam keluarga. Pengahapusan KDRT harus dilakukan sejak dini dengan memberikan arahan bagi mereka yang belum berumah tangga atau komunitas muda yang merupakan garda terdepan yang ikut andil dalam menghapus KDRT dimasa depan.
“Anak-anak muda ini dalam waktu dekat akan memasuki jenjang kehidupan berumah tangga, mata rantai KDRT dapat diputus bila calon ibu dan calon ayah diberikan pemahaman yang baik,”tuturnya.
Mengapresiasi gereja-gereja yang telah yang menyelenggarakan kursus bagi calon pengantin Yohana berharap proses ini sebagai bekal sebelum mereka mengarungi kehidupan berumah tangga dan hidup berbahagia, saling menghargai dan menghormati antar pasangan suami istri dan anak kelak.
“Ini semata agar dapat mendorong manajemen konflik dan kesetaraan dalam peran di keluarga sehingga memperkecil terjadinya KDRT, karena rumah tangga yang tanpa kekerasan mencerminkan kualitas keimanan umat yang baik,” pungkasnya. [dwi]