Foto bersama jurnalis perempuan dengan deputi KPPPA, pengurus PWI dan Pimred Trans 7
Metro Nasional

Menteri PPPA Mendukung Keberadaan FJPI

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, sorongraya.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Deputi Partisipasi Masyarakat KPPPA, Indra Gunawan mengaku mendukung keberadaan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia FJPI dalam mempermudah, peluang kedepan untuk bisa berkiprah dibidang jurnalisme.

“Kita sangat suport dan mendukung keberadaan FJPI dalam mempermudah, peluang kedepan untuk bisa berkiprah dibidang jurnalisme,” kata Indra pada kegiatan Sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia yang bekerjasama dengan KPPPA.

Acara yang dilaksanakan di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Minggu 9 Februari 2020 itu juga dimanfaatkan untuk menambah referensi mengenai peluang dan tantangan berkompetisi jurnalis perempuan di era digital 4.0.

Mewakili Menteri KPPPA Indra Gunawan mengatakan, kecepatan informasi semakin cepat dan mudah, tapi Kami masih yakin bahwa media mainstrem masih menjadi sumber terpercaya.

Namun demikian, diharapkan Jurnalis perempuan lebih mampu manfaatkan teknologi yang ada dalam mendukung kinerja jurnalis saat peliputan dan pemberitaan khususnya dalam ikut serta mewujudkam lima program prioritas KPPPA, yaitu mengajak minat wirausaha perempuan, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, peran keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak di keluarga. Serta perkawinan usia anak, dimana terdapat fenomena kawin diusia anak atau dibawah 18 tahun, dan mengurangi kekerasan terhadap anak.

Pembina FJPI sekaligus pengurus PWI, Rita Srihastuti memberikan apresiasi atas kekompakan Jurnalis Perempuan.

“Saya jadi reporter sejak tahun 80an, tidak pernah membayangkan perempuan berkumpul bisa sekompak ini. Saya harapkan yang dianggap, pemikiran masyarakat, semakin banyak perempuan semakin tidak kompak. Apalagi wartawan, itu terbantahkan. Kalian luar biasa. Oleh karena itu, peluang dan tantangan kompetensi di era digital ini, diharapkan jurnalis perempuan tetap bekerja secara profesional dan menjunjung kode etik jurnalistik,” harap Rita.

Sekjend FJPI, Khairiah Lubis mengatakan sarasehan sebagai ajang silaturahmi FJPI di 8 wilayah dari Aceh sampai Papua juga akan dikukuhkan 2 cabang FJPI baru yang terbentuk di HPN 2020 yaitu FJPI Maluku dan FJPI Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan nara sumber, Pimpinan redaksi Trans 7 dan CNN Indonesia, Titin Rosmasari yang dengan apik membawakan materi mengenai tantangan jurnalis di era 4.0, serta Jurnalis dari Aceh, Sania, jurnalis Papua, Nethy Darma Somba dan Jurnalis Papua Barat, Olha Mulalinda sebagai nara sumber dalam tema diskusi meliput di daerah konflik. [red]

editor : Junaedi


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.