Anggota DPR-PB, M. Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M.,S.Ip
Anggota DPR-PB, M. Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M.,S.Ip
Nasional

Apresiasi Kebijakan Gubernur, Sanusi Minta Peserta Umroh Jangan Karena Kepentingan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co– Anggota DPR Papua Barat, M. Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M.,S.Ip mengapresiasi kebijakan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan memberangkatkan 406 peserta dari semua agama untuk melaksanakan wisata rohani ke tanah suci masing-masing

Dalam keterangan persnya kepada sorongraya.co saat ditemui di kediamannya, Kamis 21 Juni 2018 mengatakan, Gubernur Papua Barat sangat peduli terhadap peningkatan iman dan taqwa umat manusia lima agama di Provinsi ini.

Namun legislator Papua Barat 3 periode itu meminta khususnya umat muslim yang dipilih untuk mengikuti umroh dengan menggunakan dana Pemerintah Provinsi Papua Barat jangan karena kepentingan.

Khususnya MUI Papua Barat yang mendata umat Muslim agar memberangkatkan umatnya yang melaksanakan umroh jangan karena hubungan emosional, ada kedekatan-kedekatan khusus atau ada kepentingan-kepentingan lain-lain.

Tetapi diprioritaskan, para Imam, Mubaliq, Guru mengaji, kemudian Marbot atau penjaga Masjid, lebih khusus lagi orang asli papua yang usianya sudah tua dan mereka punya keinginan untuk beribadah ke tanah suci tapi tidak punya kemampuan, berikan kesempatan kepada mereka melalui momen yang disediakan oleh pemerintah ini.

“Ini adalah uang rakyat yang disediakan Pemerintah sediakan untuk memfasilitasi rakyat melaksanakan wisata rohani masing-masing,” ujarnya.

Lanjut Sanusi Rahaningmas, kalau sebuah Provinsi masyarakatnya sudah beriman dan bertaqwa maka moralnya sudah baik, dengah demikian pemerintahan dapat berjalan baik pula, diharapkan kedepan lebih ditingkatkan lagi.

Sesuai data yang dihimpun media ini, dengan anggaran dana Rp 20 Milyar melalui DPA Biro Mental dan Spritual Setda Papua Barat tahun 2018, Pemprov Papua Barat memberangkatkan 406 orang diantaranya,  Kristen Protestan 196 orang, Katholik 30 orang, Islam 75 orang, serta Hindu dan Budha masing-masing 25 orang, ditambah pendamping dari pemerintah daerah, kesehatan dan media sebanyak 50 orang.

Sebagai wakil rakyat mengakui bahwa hal ini baru terjadi sejak pemerintahan Papua Barat ada, meski Biro mental dan spiritual sudah memberangkatkan sejumlah orang pada tahun-tahun sebelumnya tetapi tidak seperti tahun ini.(ken)


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.