Logo KKGC Maybrat
Metro

Usai Tanam Pohon KKGC Maybrat Bersihkan Sampah di Danau Framu

Bagikan ini:
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares

MAYBRAT,sorongraya.co – Guna menjaga lingkungan dan mengawal peradaban, Koba-Koba Green Community (KKGC) Kabupaten Maybrat melakukan bakti sosial penanaman 10 pohon Armon dan pembersihan lokasi wisata danau Framu Distrik Ayamaru. Sabtu, (16/02/2019).

Ketua KKGC Maybrat, Marthinus Kambu mengatakan, melalui momen ini KKGC akan menjadi media transformasi sosial masyarakat sehingga, dalam pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup, akan lestari dan tetap mempertahankan jati diri masyarakat Maybrat. “Ini sebagai bentuk pengawalan peradaban akan lingkungan,”kata Marthinus

Menurutnya, lingkungan merupakan tempat tinggal dan beraktifitasnya segala makhluk hidup. Saat ini beban lingkungan menjadi persoalan yang serius dampak dari kota-kota besar di dunia. Hal Ini dapat dilihat dari daya dukung akan lingkungan menurun yang berimbas pada kualitas hidup masyarakat.

“Secara khusus di kabupaten maybrat penanganan dan pengelolaan lingkungan hidup secara umum belum menjadi prioritas, baik kebijakan pembangunan lokal maupun kebijakan nasional. Akibatnya, aktivitas pembangunan konversi lahan secara menjadi masif dan  bisa merambah ke kawasan kawasan penyangga yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hidrologi alam sekitar,”tuturnya.

 

Usai menanam pohon, Komunitas KKGC Maybrat bersama masyarakat setempat gelar bersih-bersih di tepi danau. /Foto: Ones

Sebagai contoh, kasus yang dapat dirasakan hari ini adalah terjadinya pendangkalan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) danau Ayamaru yang selama ini menjadi tempat hidup masyarakat di sekitarnya. “Apalagi danau ayamaru itu sudah sangat dikenal, tapi kalau tidak jaga maka, lama kelamaan akan rusak dengan sendirinya,”terang dia.

Sedikit menjelaskan, yang dimaksud koba-koba adalah sebuah benda multi fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat Maybrat pada khususnya dan Papua pada umumnya, terutama di daerah pesisir sampai dengan pasifik. Koba-koba memiliki fungsi strategis, antara lain, sebagai peneduh dari panas dan hujan, dapat menyimpan harta benda (kain pusaka) dan dapat menjadi penanda bagi masyarakat dalam berkomunikasi jarak jauh misalnya, masyarakat disekitar danau dapat menyeberang ke kampung  yang lain ketika melihat koba-koba yang diletakkan di pesisir sebelah kampung.

“Jadi, koba-koba memiliki peran strategis dalam pola interaksi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan di Maybrat. Selain itu, kehadiran KKGC ini dalam rangka mentransformasikan serta bagaimana mengadvokasi kondisi masyarakat agar dapat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan pengetahuan akan kesadaran masyarakat untuk mengelola lingkungan yang lestari di sekitar danau,”pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris KKGC, Jefry Duwith menambahkan, hasil dari acara deklarasi ini menjadi rekomendasi dalam rangka menjalankan program yang nantinya akan ditindak lanjuti dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat Maybrat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan baik budaya maupun mengangkat potensi lokalitas yang ada seperti, bahasa, cerita rakyat, membuat bubu (Alat) untuk mencari ikan, budidaya ikan mas dan ikan endemik yang ada di danau Ayamaru dan danau lainnya.

Foto bersama KKGC Kabupaten Maybrat. Foto: Ones

Lanjut Jefry, masyarakat dan Pemerintah harus menyadari bahwa kondisi lingkungan di danau Ayamaru telah berdampak pada penurunan ekologi yang luar biasa yaitu, terjadinya erosi yang sangat parah sehingga terjadinya pendangkalan. Kondisi ini akan turut mempengaruhi daratan.

“Masyarakat yang dulu biasanya mencari ikan, saat sekarang ini kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini diperparah dengan sikap acuh tak acuh dari masyarakat sekitar, terutama generasi mudanya. Mereka telah terpengaruh dengan permasalahan sosial yang ada,”kata dia.

Berharap, wahana ini tidak boleh berhenti untuk menyuarakan dan mengawal persoalan lingkungan di sekitar danau Ayamaru maupun persoalan rakyat di Maybrat. Koba-koba berkomitmen  menjalin kemitraan dengan Pemerintah daerah dalam hal mendorong kegiatan-kegiatan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan dapat mendorong lahirnya peraturan kampung tentang retribusi parkiran bagi wisatawan yang datang berkunjung di objek wisata.

“KKGC akan menjadi media transformasi sosial masyarakat Maybrat. Dengan demikian, pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup akan lestari dan terjaga,”tandasnya. [nes]


Bagikan ini:
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.