12 Anggota DPR-RI saat melakukan Kunjungan Kerja ke Pelabuhan Perikanan Sorong. 19 September 2018. (Foto: Junaedi)
Metro

Tinjau Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan, 12 Anggota DPR-RI Lakukan Kunker ke Sorong

Bagikan ini:
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

SORONG, sorongraya.co- Lakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota dan Kabupaten Sorong, 12 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Komisi IV Meninjauan cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Dari pantauan media ini, kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR-RI, Dr. Michael Wattimena, S.E., M.M juga diikuti anggota Momisi IV lainnya, yakni Tagore Abu Bakar, Agustina Wilujeng, Rahmad Handoyo, Djendri A. Keintjen, Robert J. Kardinal, Ir. Endro Hermono, Dr. Felicitas Talulembang, Dr. Drs. Yos Sudarso, Drs. H. Mahfuz Sidik, Hj. Kasriyah dan Sulaeman L. Hamza.

Saat diwawancarai wartawan di pelabuhan perikanan Sorong, Michael Wattimena mengatakan, kunjungan spesifik di kota dan kabupaten Sorong diawali ke Perum Bulog untuk melihat persediaan stok beras yang ada di gudang. Sekaligus mengecek apakah stok yang tersedia bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Sorong untuk empat bulan kedepan.

“Kunker ini guna meninjau akan persediaan beras untuk Natal dan Tahun Baru. Masyarakat diharapkan tidak usah risau kerena stok masih cukup banyak. Tak hanya itu kami juga melihat pengembangan sagu di Makbon dan kedepanya harus ada peningkatan Budi Daya pohon sagu untuk mencegah kelangkaan 10 sampai 15 tahun kedepan,” katanya. Rabu, 19 September 2018

Selain itu kunjungan kerja juga dilakukan ke Pengelolaan Tanaman Hortikultura (horticulture) tanaman kebun antara lain cabe keriting pepaya semangka dan lain sebagainya.Yang menurutnya Hal itu merupakan salah satu peningkatan perekonomian petani yang cukup baik melalui hasil produksi, yang mana para petani tersebut juga didukung dengan persediaan pupuk yang cukup.

Kunjungan terakhir 12 anggota DPR-RI dengan mengunjungi Pelabuhan Perikanan Sorong untuk mengecek dan memastikan tidak ada lagi kapal asing maupun eks asing.

“Karena sebelum adanya larangan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan sangat banyak kapal asing menangkap ikan di perairan Sorong,” ujarnya

Pria yang akrab disapa BMW ini menambahkan kapal-kapal di bawah 30 gross tone banyak terdapat di sekitar pelabuhan perikanan Sorong yang semuanya merupakan nelayan lokal.

“Sekarang ini waktunya nelayan lokal kita memanfaatkan ikan-ikan yang saat ini banyak dan mudah ditangkap. Segala hal yang kita lihat tadi tidak nampak kekurangannya. Banyak kelebihan yang merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pusat yang selama ini bersinergi dengan tujuan pengoptimalkan potensi,” tandasnya.

Tempat-tempat yang dikunjungi merupakan potensi yang dibiayai dari Pemerintah Pusat. Dengan demikian, kunjungan tersebut diperuntukkan melihat secara dekat jika ada kendala maka akan dicarikan jalan keluarnya. Namun, yang ditemukan di lapangan dari beberapa objek yang dikunjungi semuanya baik. [jun]


Bagikan ini:
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.