Metro

Tiga Kementrian Kunjungi Pabrik Edamame ANJ Di Jember

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Tiga Kementrian melakukan kunjungan ke anak perusahaan Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), yang berlokasi di Jember, Jumat pekan lalu (04/06/2021). Tiga Kementrian tersebut adalah Kementerian Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Desa.

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra pengembangan edamame di Indonesia dan GMIT sebagai salah satu produsennya. Edamame dikenal sebagai kedelai sayur (vegetable soybean) yang memiliki pasar ekspor cukup besar.

Kunjungan diawali dengan meninjau kebun edamame Petani Mitra GMIT. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura, Kementrian Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, Asisten Deputi Pengembangan Ekosistem Bisnis, Kementerian Koperasi dan UKM, Dewi Syarlien serta Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Desa dan PDTT, Samsul Widodo.
Sinergi kementrian serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan GMIT untuk pengembangan Edamame sebagai komoditi ekspor andalan Jember menjadi pembahasan utama.

Yuli Sri Wilanti mengatakan bahwa dalam upaya memenuhi kebutuhan edamame di pasar domestik dan ekspor yang tinggi perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, petani edamame dan sektor swasta untuk membangun ekosistem bisnis terintegrasi, sehingga dapat meningkatkan produksi serta daya saing.

“ Pencapaian ekspor edamame yang telah berjalan dengan baik memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta peningkatan devisa negara. Kedepan, kemitraan yang telah terjalin antara GMIT dengan petani binaan dalam bentuk Kerja Sama Operasional diharapkan meningkat, khususnya menjaring para petani muda,” ujar Yuli.

Sementara itu, Dewi Syarlien menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Politeknik di Jember untuk melakukan pelatihan cara berkoperasi, agar ke depan semakin banyak pemuda Jember yang menjadi wirausahawan.

Selain itu, diharapkan para petani muda edamame dapat mengubah cara pandang mereka dari petani biasa menjadi petani yang inovatif untuk menjadikan edamame sebagai penguatan ekonomi setempat.

Pada kesempatan yang sama, Samsul Widodo mengatakan bahwa potensi budi daya edamame menjadi peluang bagi pemuda desa untuk bertani. Sebab, pangsa pasar edamame sudah jelas dan cukup menjanjikan.

” Saat ini, tim kami sedang melakukan kunjungan ke desa-desa untuk mencari peluang pengembangan ekonomi pedesaan. Salah satu yang ingin kami jajaki adalah kerja sama dengan GMIT untuk potensi budi daya edamame yang dapat dilakukan melalui badan usaha milik desa (BUMDes),” tambah Samsul.

Selaku Presiden Direktur GMIT, Erwan Santosi, mengatakan, komoditas Edamame memiliki potensi ekonomi yang baik untuk pengembangan pasar ekspor, terutama pasar Jepang.

Saat ini GMIT telah mengekspor 42 ton edamame beku dengan standar kualitas yang tinggi ke pasar Jepang. Ekspor tersebut merupakan kerja sama GMIT dengan Asia Foods Group yang sudah berpengalaman di bidang pengolahan dan penjualan edamame beku.

” Potensi ekspor edamame ini masih sangat besar, saya yakin kita masih mampu untuk meningkatkan dan bersaing secara kualitas dengan Taiwan, China dan Thailand. Selain edamame, kami sedang mengembangkan potensi ekspor untuk komoditas okra dan hortikultura lainnya sehingga dapat meningkatkan kontribusi devisa bagi negara serta peningkatan perekonomian di Kabupaten Jember,” ugkap Erwan.

Lebih lanjut Erwan mengatakan, pada tahun 2020 lalu GMIT telah bekerja sama dengan 38 petani lokal sebagai pemasok edamame yang dihasilkan dari lahan seluas 165 Ha di Jember dan daerah sekitarnya. Dengan kemitraan model KSO, para petani mendapatkan akses informasi dan pembinaan dari asisten lapangan kami,” ujarnya.

Rombongan kementerian beserta pemkab Jember juga berkesempatan melihat langsung proses pengolahan dan hasil produk edamame di pabrik GMIT yang dikelola dengan standar tinggi dan modern. Kunjungan diakhiri di Kampung Edamame di Desa Curah Kates, Kecamatan Ajung, Jember. Kampung Edamame merupakaN Kampung Edamame merupakan salah satu program GMIT yang bertujuan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi pabrik untuk menghasilkan produk olahan yang inovatif dari edamame.

Saat ini, Kampung Edamame beranggotakan sekitar 13 orang tenaga kerja wanita dan 10 orang siswi SMK Boga yang secara regular melakukan praktik kerja.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.