Tidak terdaftar sebagai penerima BST tahap 9 dan 10, ratusan warga Kota Sorong blokade jalan.(foto/jun)
Metro

Tidak Terdaftar Sebagai Penerima BST, Ratusan Warga Blokade Jalan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Tidak terdaftar dalam penerima Bantuan Sosial Tunai tahap 9 dan 10, ratusan warga Kota Sorong, Senin siang (19/04/2021) memblokade Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan kantor Pos Indonesia Cabang Sorong.

Atas desakan warga, kantor Pos terpaksa menutup sementara loket pembayaran BST, guna meredam emosi warga.

Akibat blokade tersebut lalu lintas kendaraan di sekitar kantor Pos Sorong memgalami kemacetan. Petugas lalu lintas pun mengalihkan kendaraan dari dan menuju Remu dalam satu jalur.

Salah satu warga Malanu, yang tidak terdaftar sebagai penerima BST sebut saja Yance mengaku tidak ada nama. Padahal waktu tahap pertama itu saya ada nama. Kita coba ke petugas untuk membagi undangan, tapi mereka bilang nanti lihat nama di depan. Warga sudah tarik itu daftar nama kedepan jalan raya. Kita kesini lihat, ternyata nama memang tidak ada.

Sementara Kepala Dinas Sosia Kota Sorong, Manase Jitmau dan Kepala kantor Pos Cabang Sorong, Deny Lumban Turuan bersama sejumlah Lurah menemui warga untuk menjelaskan tentang nama mereka yang raib dari daftar menerima BST tahap 9 dan 10. Kedia Sosial Kota Sorong menjelaskan, saat ini sedang terjadi pemutahiran data mengingat Mentri Sosial saat ini baru

“ Datanya kan tidak valid. Karena ada doubel nama, masyarakat tidak punya KTP hanya menggunakan Kartu Keluarga. Ini yang terpaksa gugur. Tapi ya saya optimis, sebagai Kadis Sosial saya akan usahakan ke Jakarta untuk dibicarakan disana. Mau tidak mau mereka yang beejumlah 3.000 ini harus segera dibayar, sedangkan sisanya 4.000 lebih itu nanti kita upayakan validasi data,” ujarnya.

Meskipun telah memberikan penjelasan, tidak membuat warga tenang. Padahal kadis sosial sudah berjanji akan mengurusnya ke pusat. Mereka malah berteriak dan memaksa. Akibatnya kantor pos Sorong menghentikan pembayaran yang sementara berlangsung. Pihak kantor pos terpaksa menutup loket untuk menghindari kemarahan warga.

Diketahui, jumlah penerima BST di kota Sorong dari tahap pertama hingga kedelapan sebanyak 8.000 orang. Namun, ditahap kesembilandan sepuluh ini, jumlahnya hanya 3 000 lebih. Sementara 4.000 lebih hilang dari daftar penerima BST.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.