MetroPolitikTanah Papua

Surat Terbuka Untuk Presiden, Suku Imeko Minta Moratorium DOB Dicabut

×

Surat Terbuka Untuk Presiden, Suku Imeko Minta Moratorium DOB Dicabut

Sebarkan artikel ini
Nicolas Agurahe, Tokoh Masyarakat Suku Imeko saat menunjukan Surat Terbuka untuk Presiden RI, Prabowo Subianto. [foto: redaksi-sr]

SORONG, sorongraya.co – Masyarakat Suku Imeko di Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mereka memohon agar pemerintah pusat mencabut moratorium pembentukan Daerah Otonom Baru.

Surat itu dibacakan salah satu tokoh Imeko, Nicolas Agurahe. Masyarakat Imeko meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap usulan Pembentukan DOB Imeko yang selama ini diperjuangkan oleh masyarakat.

Nicolas menilai, kehadiran DOB Imeko sangat penting untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Baca: Perjalanan Dinas Fiktif, Uang Rp 4,6 Miliar Dipakai Beli Xpander dan Bagi THR

Kata Nicolas, selama ini Imeko terus menghadapi berbagai persoalan mendasar, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, padahal Imeko sendiri memiliki sumber daya alam yang luas, baik dari sector pertanian maupun sector laut.

“Masyarakat Imeko masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Masih banyak anak-anak yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan akses pendidikan. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan juga belum mendapatkan perhatian dan pelayanan secara optimal,” tutur Nicolas kepada sorongraya.co. Selasa lalu, 27 Oktober 2026.

Kondisi tersebut kata Nicolas menjadi salah satu alasan kuat bagi masyarakat Imeko untuk terus memperjuangkan Pembentukan DOB Imeko. Mereka berharap, melalui daerah otonom baru, pembangunan dapat lebih merata, pelayanan pendidikan dan kesehatan semakin mudah dijangkau, serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Baca juga: Tagih Hak Rp 379 Miliar! 533 Eks Karyawan Sorong Lapor PetroChina dan Petrogas ke Polda PBD

Dalam surat terbuka itu, masyarakat Imeko juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo dapat mendengar dan mempertimbangkan aspirasi mereka.

“Bapak Presiden Prabowo, tolong dengarkan aspirasi kami. Kami masyarakat Imeko juga ingin merasakan pemerataan pembangunan, mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak, serta menikmati perhatian yang sama dari negara,” demikian harapan masyarakat Imeko yang disampaikan Nicolas.

Di akhir penyampaian aspirasi tersebut, masyarakat Suku Imeko turut mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai kepala negara.

Baca juga: Tokoh Intelektual Maybrat: Bupati Fokus Berobat, Roda Pemerintahan Tetap Berjalan

Senada disampaikan salah satu tokoh Perempuan Imeko, Rosita Ataday. Menurutnya pemerintah daerah baik sorong selatan maupun provinsi papua barat daya belum secara utuh melakukan pemerataan pembangunan, terutama untuk wilayah Imeko, sehingga menurutnya perlu dilakukan pemekaran DOB Imeko.

“Bukankah salah satu tujuan adanya DOB untuk mengurangi ketimpangan infrastruktur dan alokasi anggaran, antara wilayah pusat dengan daerah yang selama ini sulit dijangkau?” tanya Rosita.

Baca juga: Korem Sorong Periksa Kesehatan Mantan Kelompok OPM

Oleh karena itu kata Rosita, masyarakat Imeko sangat menginginkan Presiden RI, Prabowo Subianto dapat mencabut Moratorium DOB agar Dokumen DOB Imeko dapat disahkan sehingga menjadi kabupaten sendiri di wilayah Papua Barat Daya.

Melalui surat terbuka ini masyarakat Suku Imeko berharap dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan membuka jalan bagi terwujudnya pembentukan DOB Imeko, demi masa depan generasi muda dan kesejahteraan seluruh masyarakat Imeko.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.