Tim SAR Manokwari saat mensukseskan simulasi bencana alam yang digelar oleh Kodam XVIII Kasuari. Kamis, 22 November 2018./Foto: Istimewa
Metro

SAR Manokwari Sukseskan Simulasi Bencana di Kodam XVIII Kasuari

Bagikan ini:
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co – Tim Search and Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari sukseskan simulasi bencana yang digelar oleh Kodam XVIII Kasuari. Kamis, 22 November 2018.

Simulasi yang digelar ini merupakan puncak dari rangkaian latihan gabungan sebelumnya telah dilaksanakan oleh instansi dan beberapa organisasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George Leo Mercy Randang mengatakan, simulasi yang berlangsung digelar di dua titik, yang pertama di kodam kasuari untuk simulasi korban tertimbun reruntuhan, sementara yang kedua digelar di SMK N 1 untuk evakuasi siswa dan masyarakat.

“Simulasi ini berfungsi untuk masyarakat ketika diungsikan ke posko yang bertempat di Susweni Manokwari,” kata George melalui siaran pers yang diterima media ini, Jumat siang, 23 November 2018.

Prajurit dari Kodam XVIII Kasuari yang ikut terlibat saat melakukan pertolongan korban bencana pada simulasi bersama Tim SAR Manokwari. Kamis, 22 November 2018./ Foto: Istimewa

Lanjutnya, satu tim rescue yang berjumlah 12 orang bersama tim satgas evakuasi bertugas menyelamatkan, mencari dan menemukan lokasi serta menstabilkan dan membebaskan korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan atau Collapsed Structure Search And Rescue (CSSR) di daerah kodam kasuari.

“Tim Rescue menyelamatkan tiga korban selamat yang terjebak dengan menggunakan teknik Breaching dengan cara menjebol atau menghancurkan tembok dengan peralatan Rotary Rescue Saw untuk membuat akses masuk dan mengeluarkan korban,” ujarnya.

Menurutnya, teknik tersebut perlu dilakukan karena ketika bencana datang, pintu dan jendela akan tertutup dengan puing bangunan. Maka dengan simulasi ini tim sudah terlatih menyelamatkan dua orang korban di ruangan dengan cara memotong pohon dan bangunan dengan chainsaw yang menghalangi pintu keluar.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam simulasi ini untuk korban meninggal dunia yang berjumlah 15 orang akan dievakuasi oleh satgas evakuasi gabungan instansi. Setelah evakuasi, korban yang berhasil diselamatkan akan dilakukan pertolongan medis untuk korban cedera untuk selanjutnya dibawa oleh ambulance ke Posko medis.

“Kegiatan simulasi ditutup pukul 16.00 WIT setelah semua korban dan pengungsi selesai dievakuasi di posko,” tandasnya. [krs]


Bagikan ini:
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.