Tersangka HK yang merupakan Kepala Dinas Perumahan Papua Barat saat diperiksa dokter polisi dari RS Bhayangkara di RSAL Manokwari. /Foto: Istimewa
Hukum & Kriminal

Ditreskrimsus Polda PB Hadirkan Dokter Polisi Periksa Kesehatan Kadis Perumahan

Bagikan ini:
  • 62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    62
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co РPenyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, menghadirkan dokter polisi, dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Lowdyk Mandacan untuk memeriksa kesehatan Kepala Dinas Perumahan Papua Barat.

Kehadiran dokter polisi dari RS Bhayangkara ke RSAL Manokwari, ia didampingi Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, Kompol Kristian Sawaki,S.H. untuk memeriksa kesehatan “HK” Kepala Dinas Perumahan Papua Barat yang merupakan tersangka utama kasus dugaan korupsi.

Ketika dilakukan pemeriksaan, tersangka HK dalam kondisi berbaring di tempat tidur dengan mulutnya tertutup masker, terlihat juga botol infus berada tepat disampingnya.

Pengacara tersangka (HK), Yan Christian Warinussy,S.H kepada wartawan mengatakan, pada prinsipnya masih normal saja tapi jika dilihat dari sisi visual, kliennya masih terbaring sakit dan lemah di Rumah Sakit.

“Masa orang sehat tinggal di Rumah Sakit, walaupun ini kewenangan penyidik, tapi nanti kita dengar keterangan penyidik” ujar Warinussy. Jumat, 23 November 2018.

Menurutnya, saat dokter polda papua barat melakukan pemeriksaan kesehatan, ia ada dan mendampingi kliennya. Tetapi informasi yang ia dapat, dokter justru sarankan kliennya HK untuk ikut bersama penyidik guna mengambil keterangan.

“Saya juga belum mengetahui apa hasil rekam medis dari tim dokter RSAL manokwari,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, HK yang juga kepala dinas perumahan provinsi papua barat ini dikabarkan sakit saat dipanggil dan dimintai keterangan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan tanah pembangunan kantor dinas perumahan papua barat pada tanggal 18 Oktober 2018 lalu.

Pada saat menuju ke Mapolda Papua Barat, HK tiba-tiba merasakan dadanya sakit karena gangguan jantung sehingga dilarikan ke RSAL Manokwari untuk menjalani perawatan.

Namun setelah penyidik menyurati pihak Rumah Sakit dan mendapati jawaban jika HK tidak punya riwayat sakit jantung, tetapi yang bersangkutan (HK) meminta pihak rumah sakit untuk merujuknya ke RS Surabaya untuk melakukan pengecekan.

Tak lama berselang, penyidik mengirimkan surat panggilan kedua, melalui kuasa pengacaranya. Lagi, HK mangkir dari panggilan dengan dalih dirinya sakit sesak nafas sehingga tidak bisa memenuhi panggilan penyidik.

Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap HK, dan sampai berita ini dinaikan, pihak polda papua barat belum bisa memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan. [***]


Bagikan ini:
  • 62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    62
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.